Ribuan IKM Belum Terdaftar SIINAS

Banjarmasin, Duta TV — Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Banjarmasin terus mendorong Industri Kecil Menengah (IKM) di Banjarmasin agar terdaftar dalam Sistem Informasi Industri Nasional (SIINAS).
Dari sekitar 6.000 lebih Industri Kecil Menengah, hanya sekitar 400 IKM yang terdaftar. Sementara yang sudah terdaftar di Sistem Informasi Industri Nasional baru sekitar 410 IKM.
SIINAS dinilai penting agar pelaku usaha bisa mendapatkan promosi secara gratis dari pemerintah.
Selain itu, mereka juga berkesempatan memperoleh bantuan dari berbagai instansi, baik pemerintah daerah maupun pemerintah pusat.
Jika usaha mereka sudah terdaftar, pemerintah juga dapat lebih mudah melakukan pengawasan terhadap kegiatan usaha, termasuk memastikan usaha tersebut sesuai dengan tata ruang dan tidak merusak lingkungan.
Disperdagin Banjarmasin terus mendorong IKM untuk mendaftarkan usaha mereka ke dalam SIINAS. Upaya tersebut dilakukan melalui sosialisasi kepada 100 IKM di Banjarmasin yang digelar di salah satu hotel di Banjarmasin, Rabu siang.
“6881 yang sudah terverifikasi 4746, yang masuk SIINAS 410 yang menyelesaikan laporan TW 1. Gini semua mereka tumbuh dikira usaha aja, padahal ada legalitas supaya kegiatan bantuan bisa didapat. Dalam kegiatan perindustrian tidak hanya Disperdagin saja, ada beberapa SKPD, bagaimana industri ini tidak merusak lingkungan, sesuai tata ruang, jadi penerbitan NIB dimasukkan sebagai syarat. Jangan rusak lingkungan sesuai tata ruang, sistemnya online,” ucap Deddy Hamdani, Kabid Perindustrian Disperdagin Banjarmasin..
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin, Ichrom Muftezar, mengungkapkan bahwa setiap perusahaan harus didaftarkan di SIINAS. Ia juga menyatakan pihaknya akan terus melaksanakan kegiatan sosialisasi dan mendorong pelaku usaha untuk melaporkan kegiatan usahanya setiap tiga bulan.
“Kami merasa IKM sudah banyak yang daftar di SIINAS. Setiap perusahaan harus didaftarkan di SIINAS. Disperdagin terus melakukan kegiatan ini agar mereka memiliki akun dan mendaftarkan kegiatan mereka per 3 bulan. Ada 100 yang dihadirkan, masih ada yang belum mempunyai SIINAS. Bisa segera mendaftarkan SIINAS. Ini data terintegrasi nasional, kalau mau cari produk bisa mencari di SIINAS, banyak lagi yang bisa didapat,” ungkapnya.
Pemerintah Kota Banjarmasin berharap melalui sosialisasi ini, struktur ekonomi hilir semakin kuat, administrasi usaha menjadi lebih tertib, serta mampu membawa produk-produk unggulan Banua menembus pasar nasional.
Reporter: Zein Pahlevi





