Inspirasi

“MENGAPA HARUS BERSYUKUR ???”

BANJARMASIN-DUTATV. Sahabat Secangkir Kopi Seribu Inspirasi, sebagaimana yang saya janjikan  terdahulu dalam tulisan “magnet spritual” di tulisan ini saya lanjutkan bertutur tentang perjalanan spritual, sehubungan dengan keberangkatan ibadah umroh saya bersama AFI TOUR BANJARMASIN di bulan Oktober 2019, tentu dengan catatan hal ini sebatas pengalaman pribadi, sehingga bersifat subjektif dan tidak serta merta bisa digeneralisir.  Walaupun bersifat subjektif saya berharap ada yang bisa dipetik “hikmahnya” sebagai tujuan saya dalam menulis ini di secangkir kopi seribu inspirasi ini.

Sahabat ! itikaf di Mesjid setelah sholat Magrib berjamah membawa kedamaian dan sekaligus menambah wawasan keagamaan dengan memetik pelajaran dari materi dakwah dalam pengajian di Mesjid Nabawi, saya perhatikan pengkajian itu dilakukan oleh para ustad dengan bebagai macam bahasa, salah satunya adalah mejelis yang berbahasa Indonesia dan memang disampaikan oleh ustad orang Indonesia, dari keterangan beberapa sumber disebutkan ustad tersebut adalah Mahasiswa Program Doktoral di Universitas Islam Madinah dari Indonesia.

Keceriaan Jemaah Umroh Perempuan

Sahabat ! kebiasaan saya mencatat point-point yang menarik perhatian saya materi yang disampaikan oleh ustad tersebut di ataranya kali ini yang ingin saya sampaikan kepada sahabat semua  adalah tentang BERSYUKUKUR, yaitu BERSYUKUR KEPADA ALLAH. Walaupun tema ini bukanlah hal baru dan sering kita dengar dari para ustad dan orang bijak, akan tetapi terdapat penekanan intonasi dan kalimat yang disampaikan di majelis pengajian Mesjid Nabawi ini.

Sahabat ! coba renungkan dan rasakan apakah kita menyadari begitu begitu banyak NIKMAT yang di anugerahkan kepada kita yang selama kita kita rasakan, lihatlah nikmat makan dan minum, nikmat tempat tingal, nikmat pakaian, nikmat pasangan hidup, nikmat keturunan, nikmat melihat, nikmat mendengar, nikmat bernafas, nikmat mencium, nikmat hujan dan air, nikmat matahari, nikmat siang dan malam dan seterusnya yang terbungkus dalam nikmat kehidupan yang dianugerahkan kepada kita.  Disamping itu nikmat yang terbesar adalah nikmat “iman” dan “kemampuan kita untuk membedakan mana perbuatan yang baik dan mana perbuatan yang buruk” disertai dengan “kekuatan yang diberikan kepada kita untuk melaksanakan yang baik dan meninggalkan yang buruk” tersebut.

Sahabat ! saking begitu banyaknya nikmat yang diberikan kepada kita, sehingga disubutkan oleh Allah bahwa “ Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat ALLAH, niscaya kamu tidak dapat menentukan jumlahnya.  Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” ( An-Nahl : 18), kemudian dalam Surah Arrahman secara berulang-lang sebanyak 31 menyebutkan “Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan”.

Sahabat ! yang membuat saya “tertegun” apa yang dikatakan ustad di mesjid Nabawi tersebut, bahwa “SETIAP NIKMAT YANG DIBERIKAN OLEH ALLAH KEPADA KITA, MAKA KITA AKAN DITANYA TENTANG NIKMAT ITU” artinya bagaimana sikap dan cara kita memperoleh atau memperlakukan atau menggunakan nikmat tersebut akan ditanyakan kepada kita, dan sesungguhnya untuk inilah maka KITA HARUS BERSYUKUR atas nikmat tersebut, namun kata beliau ternyata HANYA SEDIKIT MANUSIA YANG PANDAI BERSYUKUR.

Sahabat ! ketertegunan saya atas ucapan ustad tersebut berkorelasi dengan pemikiran dan pemahaman saya selama ini dalam mengkaji hal-hal yang berkaitan dengan HAPPINESS atau KEBAHAGIAAN hidup, dalam banyak pembahasan dan pengalaman kehidupan manusia, orang yang bisa meraih kebahagiaan adalah orang bersyukur atas apapun dalam pencapaian kehidupan, baik itu dibidang ekonomi, sosial dan politik.  Sehingga secara “argumetum a contrario” maka orang yang tidak bersyukur atas nikmat yang dianugerahkan kepadanya adalah orang tidak bisa mencapai kebahagiaan hidup”.

Sahabat ! syukur itu adalah soal hati, fikiran dan perilaku, sehingga kita benar benar dapat “merasakan syukur” kalau syukur itu sudah berada dalam paradigma, mindset dan tindakan kita, sehingga tidak hanya sekedar ucapan. Pribadi yang mampu menyatukan rasa syukur dalam tiga tataran itulah, yang mampu meraih kebahagian hidup.

Sahabat ! mari kita berdoa dan berusaha untuk bisa selalu bersyukur atas segala nikmat yang dianugerahkan kepada kita.

Salam Secangkir Kopi Seribu Inspirasi.

#Semakintuasemakinbijaksana

#semakintuasemakinbahagia


Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *