Maini Berangkat Haji dari Hasil Katering

Banjarmasin, Duta TV — Seluruh jemaah calon haji embarkasi Banjarmasin melaksanakan pelepasan di Masjid Jami Sungai Jingah, Rabu pagi.

Totalnya, ada sekitar 717 jemaah yang bakal berangkat mulai 23 April mendatang. Sedangkan untuk jemaah yang harusnya berangkat 720 jemaah, namun satu calon jemaah meninggal dan dua lainnya menunda keberangkatan.

Sementara itu, untuk jemaah yang paling tua adalah Maini Parto Utomo, 85 tahun, warga Djok Mentaya, yang akhirnya bersyukur bisa mendapatkan kepastian keberangkatan haji pada tahun 2026 ini.

Rencananya ia berangkat bersama anaknya, Ratu Mairah, pada 23 April mendatang di kloter pertama embarkasi Banjarmasin. Ia mendaftar sejak tahun 2019 lalu dengan mengandalkan hasil katering. Selama beberapa tahun ia menabung untuk bisa melunasi keberangkatan haji. Rencananya, ia berangkat bersama anak dan juga menantunya.

Menurut anak atau pendamping Maini, Ratu Mairah, ia sudah mempersiapkan sejumlah obat-obatan untuk orang tuanya. Selain itu, untuk kondisi fisik sang ibu juga sudah ia pastikan dengan melakukan cek kesehatan oleh petugas.

“Kemarin itu 2018 ada simpanan, ayo daftar haji, ada kira-kira mendaftar. Awal daftar 25 juta, di katering buat pelunasan, uang kursi menantu mendaftar. Iya, amin, memang sama bertiga. Jantung, darah tinggi, maag, sudah siap,” ucap Ratu Mairah, jemaah calon haji pendamping Maini.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Banjarmasin, Ahmad Sya’rani, menyampaikan untuk embarkasi Banjarmasin dibagi menjadi enam kloter. Pada tahun ini pelayanan haji mengusung tagline ramah disabilitas, lansia, dan perempuan. Sejumlah fasilitas khusus telah disiapkan untuk mendukung kenyamanan jemaah prioritas.

“Yang tercatat 720, ada laporan 3 batal, totalnya 717, 85 tahun, kemudian yang paling muda 17 tahun. Yang jelas kita perhatikan yang lansia, kita dahulukan petugas dan lansia, jalur mereka berbeda, ada jalur khusus. Nanti pas puncak haji ada lansia yang murur, khusus lansia hanya melintas, salah satu yang luar biasa. Untuk risti belum ditemukan, biasanya ada pendamping. Kita pecah enam kloter,” jelas Ahmad Sya’rani.

Sekadar diketahui, untuk jemaah calon haji Kalimantan Selatan sekitar 5.187 jemaah yang terbagi di 15 kloter. Nantinya jemaah tersebut juga akan bergabung dengan jemaah yang berasal dari provinsi tetangga seperti dari Kalimantan Tengah.

Reporter: Zein Pahlevi

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *