Inspirasi

“DUA TERAS DEPAN ???”

BANJARMASIN-DUTATV. Sahabat Secangkir Kopi Seribu Inspirasi, ketika Menteri Parawisata  Arief Yahya berkunjung ke Kiram Park dan beberapa tempat tujuan wisata di banua kita terdapat moment yang menarik perhatian saya, yaitu saat beliau sampai ditempat tujuan wisata dan turun dari mobil maka yang pertama dilihat atau ditinjau beliau adalah WC atau Toilet, lantas kenapa yang dilihat pertama adalah WC atau Toilet ? barangkali sahabat sudah bisa menebak jawabannya, hal inilah pula yang menginspirasi saya menulis judul di atas. Terdapat “dua teras depan” barangkali terasa aneh kalau  menggambarkan sebuah rumah, karena umumnya rumah hanya mempunyai satu teras depan, atau ada pula teras belakang, atau bahkan kita hanya punya satu teras rumah saya yang kita sebut teras depan tadi.

Sahabat ! teras depan selalu dibersihkan, dihiasi dan didandani dengan sebaik-baiknya, dan tidak saja sebatas terasnya termasuk dihalaman rumahnya dibuat taman-taman dan tanaman hias berwarna-warni atau bahkan ada kolam kecil dan air mancur untuk menunjang indahnya teras rumah tersebut. Hal ini dilakukan karena ibarat tubuh teras depan ini adalah muka kita, sehingga yang namanya muka selalu dipoles dan di make up agar terlihat cantik atau tampan, dan pandangan pertama pun akan tertuju pada teras depan ini, bahkan orang yang sekedar lewat saja (tidak masuk kedalam rumah) bisa memandangnya, sehingga tidaklah berlebihan kalau teras depan ini menjadi kebanggaan dan simbol prestise bagi pemilik rumah.

Sahabat ! bagaimana dengan belakang rumah atau teras belakang bagi yang mempunyai teras belakang ? umumnya bagi mereka yang lebih beorientasi ke depan,  teras belakang sering di nomor duakan atau bahkan diabaikan, sehingga tidak heran apabila bagian atau teras belakang ini kurang terawat dan dibiarkan kotor, digunakan menumpuk barang-barang bekas, kurang tertata dan “hebohnya” lagi kalau dibagian belakang ini  umumnya ditempatkan WC atau Toilet, maka kondisi WC atau Toilet ini juga kurang mendapat perhatian atau cenderung tak terawat dan kotor.  Oleh karena itulah pada teras belakang atau bagian belakang ini  dan tidak ada hiasan hiasan seperti yang terdapat pada teras depan.

Sahabat ! pada sikap hidup yang mementingkan bagian depan atau teras depan dengan mengabaikan bagian belakang atau teras belakang sesungguhnya gambaran dari sikap hidup yang hanya ingin terlihat bersih  dipermukaan saja, yang berarti bukan sikap hidup yang bersih secara keseluruhan atau dengan kata lain “kebersihan itu belum menjadi habit” bagi kehidupan mereka.  Secara kepribadian kita bisa menyebutnya sebagai pribadi yang membungkus perilaku “buruk” yang ada dalam dirinya dengan “cover” yang baik, agar yang buruk itu tidak nampak kelihatan. Memang dalam kebiasaan umumnya kita sering banyak tertipu dengan penampilan dan atau wajah yang terlihat atau nampak dipermukaan tersebut, padahal sebenarnya hal tersebut hanyalah perilaku ke”pura-pura”an saja.

Sahabat ! tanpa bermaksud “meremehkan” mereka yang mementingkan keindahan pada bagian depan dengan mengenyampingkan bagian belakang tersebut, positifnya mereka ini paling tidak sudah menerapkan nilai-nilai kebersihan pada bagian tertentu, walaupun mereka belum utuh menerapkan prinsip keindahan pada semua sisi bangunan rumah atau bangunan kehidupannya itu. Adapun yang ideal tentunya kebersihan itu terdapat pada kedua bagian “luar dan dalam”, tinggal “merambatkan” sikap dan cara fikir bagian depan itu ke bagian belakang, dengan kata lain saya istilahkan dengan “dua teras depan” sebagaimana judul yang saya tulis di atas.

Sahabat ! nasihat orang tua saya dulu mengatakan “kalau mau melihat perilaku atau kondisi seseorang atau sikap hidup seseorang itu, maka lihatlah bagian belakang rumahnya atau lihatlah WC atau toiletnya”, sehingga kata beliau kalau kondisi WC atau Toiletnya bersih, maka sudah bisa dipastikan rumah itu terawat secara keseluruhan, begitu juga berarti sikap hidup sang pemilik rumahnya adalah karakter “pembersih”, dan insya-Allah kebersihan itu meliputi bersih lahir dan batin, karena sesungguhnya “kebersihan itu sendiri sebagian dari iman” (al-hadist). Artinya dimensi bersih yang nampak itu merupakan refleksi dari keimanan seseorang.

Sahabat ! begitulah ketika Menteri Parawisata datang ketempat wisata dan yang pertama melihat WC atau Toilet dan beliau tidak perlu mengelilingi secara keseluruhan tempat wisata untuk melihat kebersihannya, karena dengan melihat WC atau Toilet yang bersih rumus umumnya sudah bisa menyimpulkan bersih atau tidak keseluruhan tempat wisata itu.  Dan justeru disinilah tantangan bagi parawisata banua kita untuk menciptakan kebersihan pada setiap tempat atau destinisasi wisata kita, termasuk rumah-rumah yang ada dipinggir sungai Martapura agar juga mendandani teras belakang atau bagian belakang sama baiknya dengan teras atau bagian depan.

Sahabat ! selebihnya kesadaran masyarakat kita untuk hidup bersih mesti terus kita bangun kesadarannya, sampai pada titik hidup bersih itu menjadi habit atau kebiasaan masyarakat banua kita.

MULAI SEKARANG MARILAH KITA BERFIKIR SESUNGGUHNYA KITA MEMPUNYAI DUA TERAS DEPAN, YAITU TERAS DEPAN DAN TERAS DEPAN BELAKANG.

Salam Secangkir Kopi Seribu Inspirasi.

#Semakintuasemakinbijaksana

#semakintuasemakinbahagia


Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *