Inspirasi

“BERDOSA TAPI BERHARAP SYURGA”

BANJARMASIN-DUTATV. Sahabat Secangkir Kopi Seribu Inspirasi, sebagaimana yang saya janjikan  terdahulu dalam tulisan “magnet spritual” di tulisan ini saya mulai bertutur tentang perjalanan spritual, sehubungan dengan keberangkatan ibadah umroh saya bersama AFI TOUR BANJARMASIN di bulan Oktober 2019, tentu dengan catatan hal ini sebatas pengalaman pribadi, sehingga bersifat subjektif dan tidak serta merta bisa digeneralisir.  Walaupun bersifat subjektif saya berharap ada yang bisa dipetik “hikmahnya” sebagai tujuan saya dalam menulis ini di secangkir kopi seribu inspirasi ini.

Sahabat ! setelah kami landing di Jeddah pada sore hari dan kali ini sangat lancar menyelesaikan keimigrasian di Terminal Reguler Bandara Jeddah karena kami menggunakan penerbangan Saudi Airline, berbeda dari biasanya pemeriksaan di Terminal Haji dan Umroh yang lebih bertele-tele. Setelah itu kamipun langsung menuju ke Madinah dengan menggunakan Bus.

Robongan perempuan

Sahabat ! setiap melintas sepanjang perjalanan bus antara Jeddah dan Madinah yang memakan waktu kurang lebih 6 jam, saya selalu merenungkan bagaimana beratnya dahulu hijrah dan perjuangan Rasulullah dengan para sahabat untuk membawa risalah dienul islam ini, karena medannya gunung batu dan padang pasir yang udaranya sangat panas apabila musim panas dan sangat dingin kalau dimusim dingin, ditambah angin panas dan angin dinginnya pada musim-musim tersebut.  Kita yang naik bus dengan tempat duduk yang empuk dan ber AC saja terasa penat dalam perjalanan tersebut. Sungguh perjuangan rasulullah yang luar biasa saat itu, dan kini kita tidak lagi menjalaninya sesulit itu, sesungguhnya sangat beruntung kita umat beliau yang sekarang tinggal menjalankan Alqur’an dan Sunnah yang Beliau bawa dan wariskan kepada kita.

Sahabat ! ditengah-tengah renungan terkadang mata terpejam karena lelah dan ngantuk diperjalanan, kami dibangunkan oleh Mutawij yang memberitahukan sebentar lagi memasuki kota Madinah untuk membaca doa bersama-sama memasuki “tanah haram”, selanjutnya Mutawij memberikan tausiah sekitar ibadah umroh lagi, tentang pengampunan dosa kalau ibadah umroh ini diterima Allah.  Dari sinilah satu point penting diambil hikmahnya mengapa kita selalu mesti  meminta ampun kepada Allah (istighfar) akan segala kesalahan dan dosa yang kita lakukan selama hidup di dunia ini.

Sahabat ! ada banyak cerita tentang kelemahan dasar kita sebagai manusia yang selalu saja terjebak dalam perbuatan dosa akibat godaan syaitan, karena syaitan (iblis) itu lebih “hebat” dari kita manusia, sehingga dia sangat tahu dimana kelemahan manusia itu secara personal, oleh karena itu dia akan masuk di titik yang membuat kita tidak berdaya dan masuk dalam jebakan rayuannya tersebut.  Oleh karena itu kita mesti meminta pertolongan dan bantuan ALLAH, hanya dengan bantuan ALLAH dengan pasukan Malaikatnya, maka kita bisa selamat dari rayuan dan jebakan Syaitan, sehingga dalam diberbagai situasi dan kondisi kita selalu berdoa agar dihindarkan dan dimenangkan dari godaan syaitan ini.

Sahabat ! kelemahan atau kelalaian atau kealpaan kita sebagai manusia akibatnya iman kita tidak stabil atau turun naik, sehingga kita mesti selalu meminta ampun kepada Allah, dan yang membuat kita optimistis adalah sifat Allah yang Maha Pengampun akan dosa yang dilakukan hambaNya, sepanjang hambanya bertobat secara yang sungguh-sungguh atas segala dosa dan kesalahan kita tersebut.

Sahabat ! esensi insan ternyata terletak dikualitas kesadaran pada saat melakukan kesalahan dan dosa tersebut, sehingga kesadaran itu akan menggerakan secara otomatis untuk meminta ampun kepada Allah saat kita melakukan dosa dan kesalahan itu disertai dengan penyesalan yang mendalam, disinilah air mata tumpah saat  sholat pertama di Mesjid Nabawi, sholat dekat dengan Makam Rasulullah tambah merasa bersalah, bukan saja merasa bersalah kepada Allah yang Maha Kuasa tapi juga merasa bersalah kepada Rasulullah yang membawa ajaran kebenaran yang selama ini kita tergelincir dari jalannya yang dituntunnya.

Sahabat ! tangisan kita saat mengingat dosa dan kesalahan kita  itu sendiri sebenarnya anugerah Allah yang paling besar kepada kita, karena hati dan fikiran kita masih dibimbingnya untuk menyadari kesalahan dan dosa yang kita lakukan, karena di luar sana masih banyak orang yang bergelimang dosa dan kesalahan, tapi belum di berikan anugerah penyeselan untuk bertobat kepadaNya.

Sahabat ! lantas apakah kita masih berharap syurgaNYA Allah ??????? Ingatkan dalam sejarah Nabi Adam dan Siti Hawa ????

NABI ADAM ITU DIKELUARKAN DARI SYURGA OLEH ALLAH KARENA MELAKUKAN SATU DOSA, APAKAH KITA YANG BANYAK DOSA INI LAYAK MENGHARAPKAN SYURGANYA ALLAH…….. YA ALLAH AMPUNILAH HAMBAMU INI….

Salam Secangkir Kopi Seribu Inspirasi.

#Semakintuasemakinbijaksana

#semakintuasemakinbahagia


Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *