3 Tahun, Murid Filial SDN Harakit Tempati Gudang Penggiling Padi

Duta TV Tapin Kondisi Sekolah Filial SDN Harakit yang terletak di Dusun Mungguringkit Kecamatan Piani Kabupaten Tapin, sangat jauh dari kata layak.

Sebelumnya Tim Duta TV pernah mengangkat mengenai siswa Sekolah Dasar Filial ini. Tim redaksi kembali mendatangi lokasi sekolah yang sangat jauh dari perkotaan tersebut. Ada hal menarik di sana. Ternyata tempat yang telah digunakan selama tiga tahun itu adalah bekas sebuah gudang penggilingan padi.

 Meski kondisinya sangat memprihatinkan, tak menyurutkan semangat mereka untuk menuntut ilmu ditempat tersebut.

 

Reporter Duta TV Muhammad Irfansyah berada di tengah – tengah murid SDN Filial

Lihudin, guru pengajar sekolah filial mengaku, terbentuknya sekolah filial di Dusun Mungguringkit berawal dari permintaan masyarakat yang mengingkan anak-anak mereka bisa bersekolah dan mendapatkan pendidikan seperti siswa pada umumnya.

Namun karena jarak tempuh dusun ke Desa Harakit yang berjarak cukup jauh yakni mencapai 13 KM,  pihak sekolah memutuskan membentuk sekolah filial itu.

Bahkan mulanya aktivitas belajar sendiri harus dilakukan di sebuah gardu ronda malam, sebelum akhirnya masyarakat memberikan gudang tak terpakai untuk bisa ditempati hingga sekarang.

“Berdiri tahun 2016. Awal itu pertama kali tempat ini ditempati, sebelumnya di tempat jaga atau gardu. Bersekolah seadanya. Modal buku dan papan tulis belum ada. Hanya pakai kata – kata yang dicatat oleh anak – anak,”ujar Lihudin mengenai awal mula berdirinya SD Filial tersebut.

Mengajar di tempat terpencil memiliki romantika tersendiri. Demikian juga yang dialami oleh Lihudin dan murid – muridnya yang tak pernah menyerah dalam menuntut ilmu.

“Tempat itu memang tak layak digunakan. Kalau ada binatang di belakang yang mati, baunya busuk. Kami hanya diam. Murid – murid menutup hidung. Seringkali murid berkata ‘bau sekali’ dan saya bilang, biar aja. Kerau itu membuat kita cerdas. Yang penting kita berlajar, saya bilang gitu. Murid saya berbeda dari yang lain. Mereka mengalami bukan dari atas tapi dari bawah,”lanjut Lihudin.

 Hingga sekarang, sekolah Filial ini di isi oleh 12 orang siswa yang terdiri dari kelas 1,2 dan 3. Mereka semua belajar secara bersamaan saat pelajaran dimulai.

 Reporter : Muhammad Irfansyah

#UPDATE CORONA KALSEL

Slider


Find me on storial.co

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *