Perkuat Ekosistem Keuangan Syariah, BSI Hadirkan Edukasi dan Promo di SYAFIF Banjarmasin

Banjarmasin, DUTA TV – Bank Syariah Indonesia (BSI) semakin agresif memperluas jangkauan layanan keuangan syariah di Kalimantan Selatan. Melalui partisipasinya dalam Syariah Financial Fair (SYAFIF) Goes to Banjarmasin yang digelar pada 4–5 Juli 2026, BSI tidak hanya menghadirkan berbagai promo menarik, tetapi juga memperkuat edukasi kepada masyarakat mengenai manfaat produk dan layanan keuangan syariah.

Deputy Funding BSI Regional Office IX Kalimantan, Nugroho Agung Dewanto, mengatakan keikutsertaan BSI dalam SYAFIF merupakan bentuk dukungan terhadap upaya OJK dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap produk dan layanan keuangan syariah.

“SYAFIF merupakan kolaborasi antara OJK dan perbankan syariah. Kami diundang untuk bersama-sama menyukseskan kegiatan ini sehingga dapat membantu meningkatkan literasi keuangan syariah masyarakat, khususnya di Kalimantan Selatan,” katanya usai pembukaan acara, Sabtu (4/7).

Pada ajang tersebut, BSI menghadirkan berbagai promo yang dirancang untuk menarik minat masyarakat menggunakan layanan perbankan syariah. Program yang ditawarkan antara lain cashback pembukaan rekening, promo tabungan emas, cashback cicil emas, hadiah untuk nasabah pembiayaan mikro dan KUR, hingga berbagai penawaran khusus lainnya yang hanya berlaku selama pelaksanaan SYAFIF.

Selain memberikan layanan perbankan, BSI juga berpartisipasi dalam berbagai aktivitas edukasi dan perlombaan yang menjadi bagian dari rangkaian acara.

Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai manfaat keuangan syariah dalam mendukung perencanaan keuangan dan kegiatan usaha.

Nugroho menyebut Kalimantan masih menjadi wilayah yang memiliki prospek besar bagi pertumbuhan industri perbankan syariah. Hingga saat ini, market share BSI di wilayah Kalimantan telah mencapai sekitar 43 persen.

Sementara itu, untuk produk tabungan haji, BSI menguasai pangsa pasar lebih dari 51 persen. Menurutnya, tingginya minat masyarakat terhadap produk tersebut menunjukkan bahwa layanan keuangan syariah semakin dipercaya.

“Masyarakat Kalimantan Selatan memiliki karakter yang religius. Karena itu kami ingin terus mengoptimalkan pertumbuhan tabungan haji, namun di saat yang sama juga memperkenalkan berbagai produk syariah lainnya agar kebutuhan finansial masyarakat dapat terlayani secara lebih lengkap,” ujarnya.

Ia menambahkan, BSI akan terus memperkuat sinergi dengan OJK dan seluruh pelaku industri jasa keuangan syariah untuk memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan berbasis syariah.

Nugroho mengajak masyarakat Kalimantan Selatan memanfaatkan kesempatan selama SYAFIF berlangsung dengan mengunjungi booth BSI untuk memperoleh informasi, berkonsultasi, sekaligus menikmati berbagai promo yang telah disiapkan.

Sementara itu, Kepala OJK Provinsi Kalimantan Selatan Agus Maiyo menegaskan bahwa pengembangan ekonomi dan keuangan syariah membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.

Menurutnya, penguatan literasi dan inklusi keuangan syariah harus berjalan beriringan dengan pengembangan ekosistem halal, pemberdayaan UMKM, perluasan akses layanan keuangan syariah, serta inovasi produk yang mudah dijangkau masyarakat.

Melalui penyelenggaraan SYAFIF Goes to Banjarmasin, OJK berharap sinergi antara regulator, industri jasa keuangan syariah, pemerintah daerah, akademisi, hingga masyarakat dapat semakin kuat sehingga manfaat ekonomi dan keuangan syariah dapat dirasakan lebih luas, termasuk di Kalimantan Selatan.

Evi Dwi Herliyanti

Helman

Uploader.

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *