BSI Dorong Literasi Keuangan Syariah di Tengah Ketidakpastian Ekonomi

Banjarmasin, Duta TV — Bank Syariah Indonesia mengedukasi masyarakat pentingnya perencanaan keuangan di tengah ketidakpastian ekonomi.
Dalam forum eksklusif, BSI berupaya memperkuat literasi, sekaligus membantu nasabah menyusun strategi keuangan jangka panjang.
Forum bertajuk Wealth Insight ini menjadi ruang diskusi antara nasabah, tokoh daerah, dan manajemen BSI untuk membahas pentingnya pengelolaan keuangan yang lebih terarah, modern, dan sesuai prinsip syariah.
Di tengah pertumbuhan ekonomi daerah, kebutuhan masyarakat terhadap layanan keuangan yang lebih personal terus meningkat.
RCEO BSI RO Sembilan Kalimantan menyebut, investasi emas menjadi salah satu fokus utama karena dinilai stabil dan relevan dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi global, sekaligus menjadi pilihan diversifikasi portofolio jangka panjang.
Senada, Wakil Gubernur Kalimantan Selatan Hasnuryadi Sulaiman mengatakan, pengelolaan keuangan kini tidak lagi sekadar menabung, tetapi menjadi bagian dari strategi merencanakan masa depan dan menjaga stabilitas ekonomi keluarga.
Forum ini menghadirkan sejumlah narasumber kompeten di antaranya Ida Triana Widowati yang memperkuat layanan funding dan transaksi, Riko Wardhana yang membahas potensi investasi emas sebagai instrumen jangka panjang, serta Asri Natanegeri yang menyoroti pentingnya layanan wealth management yang komprehensif.
Sementara itu, perspektif keuangan syariah disampaikan Osharia Financial Planner, Rista Zwestika. BSI optimis Kalimantan memiliki potensi besar dalam pertumbuhan ekonomi dan layanan keuangan.
Melalui forum edukatif seperti ini, BSI berupaya memperkuat ekosistem keuangan syariah sekaligus meningkatkan literasi masyarakat.
Reporter: Evi Dwi Herliyanti





