Saweran untuk Bintang Santri, Tradisi Unik Warnai Haflah Imtihan Ponpes Al Istiqamah

Banjarmasin, Duta TV Suasana haru mewarnai malam puncak Haflah Imtihan Akhirussanah serta tasyakuran Pondok Pesantren Al Istiqamah Banjarmasin, Rabu (17/06/26) malam.

Momen yang paling ditunggu seluruh santri akhirnya tiba, yakni pengumuman Bintang Santri, penghargaan tertinggi bagi santri yang dinilai unggul dalam akademik, kedisiplinan, ketekunan belajar, kerajinan, serta akhlakul karimah.

Tahun ini, gelar Bintang Santri jatuh kepada Fatimah Shakila Khairina, santri kelas lima yang berhasil menyisihkan peserta lainnya melalui proses penilaian dan musyawarah ketat dewan guru.

Berbeda dari penghargaan pada umumnya, tradisi Bintang Santri di Pondok Pesantren Al Istiqamah memiliki keunikan tersendiri.

Setelah nama pemenang diumumkan, satu per satu guru, wali santri, serta tamu undangan dipersilakan naik ke atas panggung untuk memberikan hadiah, bingkisan, hingga saweran uang secara langsung kepada santri terbaik tersebut.

Tradisi ini menjadi bentuk apresiasi sekaligus motivasi bagi para santri agar terus meningkatkan prestasi dan akhlak mereka.

Tidak hanya itu, predikat Bintang Santri juga memberikan berbagai keuntungan bagi penerimanya. Santri yang dinobatkan sebagai bintang menerima beasiswa pendidikan penuh pada jenjang berikutnya hingga pembebasan biaya kelas dan infak selama satu tahun.

Momen saweran yang berlangsung meriah pun menjadi pusat perhatian para undangan. Tumpukan uang dan hadiah yang terus bertambah di tangan sang pemenang membuat suasana semakin semarak.

Fatimah Shakila Khairina, Bintang Santri, mengatakan, “Mungkin karena nilai ulun dan sikap ulun yang baik. Senang, kaget juga karena sebelumnya ulun tidak tahu. Dadakan diumumkan, jadi sangat senang.”

Tradisi Bintang Santri telah menjadi agenda tahunan yang terus dipertahankan Pondok Pesantren Al Istiqamah.

Dalam kesempatan ini yayasan juga menggelar wisuda Program Unggulan Tahsin Metode Tilawati Tahun Ajaran 2025-2026 yang diikuti sebanyak 91 santri.

Hj. Noor Amanah, Ketua Yayasan Ponpes Al Istiqamah, menyampaikan malam puncak Haflahtul Imtihan Akhirussanah dan tasyakuran.

“Alhamdulillah malam ini terlaksana malam puncak dari Haflahtul Imtihan Akhirussanah dan tasyakuran, di mana pada malam puncak ini kita mengagendakan acara yang paling ditunggu-tunggu yakni Bintang Santri,” ujarnya.

Penilaian Bintang Santri tidak hanya berdasarkan akademik, tetapi juga akhlak.

“Kategori Bintang Santri ini cukup rumit, di samping mereka dituntut untuk memiliki nilai yang tinggi, mereka juga harus mempunyai akhlakul karimah yang tinggi dan berdasarkan musyawarah yang ketat antara semua dewan guru,” tambahnya.

Selain itu, sebanyak 91 santri mengikuti wisuda program tahsin metode Tilawati.

“Program unggulan kedua dilaksanakan wisuda program tahsin metode Tilawati 91 santri. Program wajib diikuti seluruh santri MI Al Istiqamah sebelum memilih ke program-program pilihan lain, mereka harus melalui program tahsin metode Tilawati,” jelasnya.

Ia berharap kegiatan serupa ke depan semakin meriah dan tetap mengedepankan nilai pendidikan.

“Harapannya ke depan lebih meriah lagi, lebih berkualitas, semeriah mungkin, tetapi tidak lepas ada pendidikan yang kami syiarkan,” pungkasnya.

Tidak hanya menjadi ajang penghargaan dan wisuda, Haflah Imtihan Akhirussanah juga diisi penampilan bertema Birrul Walidain atau berbakti kepada kedua orang tua.

Tradisi ini membawa pesan penting tentang kewajiban menghormati serta membahagiakan ayah dan ibu yang disampaikan kepada para santri dan undangan.

Malam puncak juga dirangkai dengan perpisahan guru tugas dari Bangkalan yang selama satu tahun terakhir mengabdi dan mendampingi proses pendidikan santri di Al Istiqamah.

Rangkaian Haflatul Imtihan Akhirussanah ditutup dengan penampilan Tari Tanduk Majeng yang semakin menyemarakkan suasana malam puncak.

Reporter: Evi Dwi Herliyanti

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *