DPR Kecam Nakes Tak Berempati ke Pasien BPJS Hingga Meninggal

Jakarta, DUTA TV – Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Charles Honoris menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya seorang pasien BPJS Kesehatan bernama Yurizal yang belakangan menjadi perhatian publik.
Ia menegaskan setiap pasien berhak mendapatkan perlakuan yang hormat, bermartabat, dan penuh empati selama menjalani perawatan.
“Saya menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas meninggalnya almarhum. Apa pun penyebab akhirnya, setiap pasien berhak diperlakukan dengan hormat, bermartabat, dan penuh empati ketika sedang berjuang menghadapi sakit,” kata Charles dalam keterangannya, Rabu (5/8).
Pada 22 Juli, Yurizal menulis di Threads bahwa dia belum mendapat kamar di RS meski 8 jam telah menunggu.
Unggahannya mendapat beragam komentar netizen, termasuk komentar negatif dari akun yang kemudian diketahui milik dokter dan perawat.
Namun unggahan itu justru ditanggapi dengan berbagai komentar sinis dan dinilai nir-empati oleh sejumlah akun yang belakangan diduga milik tenaga kesehatan, termasuk dokter.
Beberapa hari kemudian, seseorang yang mengaku sepupu Yurizal mengumumkan Yurizal telah meninggal pada 31 Juli 2026.
Para oknum praktisi medis tersebut kini ramai-ramai melayangkan permohonan maaf namun disambut dingin oleh netizen.
Deretan oknum nakes dan dokter yang menjadi sorotan tajam publik usai melakukan bully dan melontarkan komentar nirempati tersebut :
1. dr Benny Christian Sihombing
Dalam unggahannya di Threads, ia sempat menuliskan kalimat tajam.
“Kalau full, mau dipindahkan ke mana? Mau di lantai? Gak ada hubungannya sama BPJS atau nggak… Kalau mau pindah cepat, noh ruang jenazah selalu kosong,” tulisnya.
2. Widhiyarini Pangestika
“Potong aja kak nadinya nanti juga cepet dapet ruangan,” tulisnya.
3. dr Elda Putri Rahadini
Oknum dokter alumni UGM, dr Elda Putri Rahadini, turut masuk dalam daftar yang diamuk netizen.
“PP-nya kayak orang have tapi aslinya haven’t kah? haven’t some brain cell.”
Elda jadi salah satu dokter yang mendapat sorotan tajam lantaran latar belakangnya yang disebut-sebut sebagai penerima beasiswa dokter spesialis LPDP.
4. Hilda Clarissa Theopilus
Hilda, yang diketahui merupakan lulusan Perekam dan Informasi Kesehatan dan bertugas di RSUD Umbu Rara Meha, Sumba Timur, juga tertangkap basah melontarkan sindiran serupa.
“Yang selalu kosong ada noh, kamar jenazah.”
Bahkan, setelahnya dia juga sempat berdebat dengan netizen hingga menuliskan kata-kata “Iya puas”, saat ditanya apakah sudah puas saat mengetahui pasien Yurizal telah meninggal.
Hilda kemudian melayangkan klarafikasi dan permohonan maaf.
5. Norma Zahara
Norma Zahara merupakan staf di RSUD dr Soekardjo Kota Tasikmalaya.
“Orang miskin harta, miskin ilmu, miskin akal, tapi pengen diistimewakan.”
Melalui pesan terbuka, Norma mengaku sangat menyesal dan tidak berhati-hati dalam bermedia sosial.(net)





