GM Bandara Syamsudin Noor: Rute Penerbangan Haji Tidak Terpengaruh Konflik Timur Tengah

Banjarmasin, Duta TV — Meningkatnya eskalasi konflik di Timur Tengah diharapkan tidak berpengaruh terhadap rute penerbangan bagi jemaah calon haji untuk menuju ke Tanah Suci.
Hal ini disampaikan oleh General Manager InJourney Airports Bandara Internasional Syamsudin Noor, Stephanus Millyas Wardana, yang menyatakan jika pihak Kerajaan Arab Saudi telah menjamin keamanan dan keselamatan bagi jemaah calon haji tahun 2026.
Namun demikian, dinamika perkembangan kondisi rute penerbangan jemaah haji menuju ke Tanah Suci masih akan terus dikoordinasikan oleh penyelenggara haji dan pihak Kerajaan Arab Saudi.
Berdasarkan rencana, Bandara Internasional Syamsudin Noor akan melayani penerbangan haji embarkasi Banjarmasin tahun 2026 sebanyak 6.758 jemaah calon haji yang tergabung dalam 19 kelompok terbang atau kloter.
Millyas mengatakan, kloter pertama jemaah calon haji embarkasi Banjarmasin dijadwalkan berangkat pada Kamis, 24 April 2026 pukul 00.05 WITA, dan proses keberangkatan masih menggunakan prosedur yang sama seperti tahun sebelumnya.
Kesiapan pihak Bandara Syamsudin Noor mulai dari perencanaan operasional hingga konsolidasi dengan penyelenggara haji dan seluruh pemangku kepentingan.
“Kami sudah berkoordinasi dengan Garuda Indonesia selaku maskapai pengangkut, Gapura, Balai Karantina Kesehatan, Imigrasi, serta stakeholder lainnya untuk pemantapan rencana operasional angkutan haji 2026. Seluruh proses clearance, baik keamanan maupun imigrasi, dilakukan di asrama haji,” jelas Stephanus Millyas Wardana, General Manager InJourney Airports Bandara Internasional Syamsudin Noor.
Untuk mendukung kelancaran operasional, pihak Bandara Syamsudin Noor menyiapkan delapan personel aviation security yang ditempatkan di asrama haji serta dukungan tambahan di area terminal. Sementara itu, jam operasional bandara tetap berlangsung hingga pukul 23.00 WITA, dan jika terjadi penerbangan di luar jam tersebut, akan diberlakukan prosedur perpanjangan operasional atau extended advance.
Reporter: Suhardadi





