PAM Bandarmasih Antisipasi Dampak Intrusi Air Laut

Banjarmasin, Duta TV — Intrusi air laut cukup tinggi selama musim kemarau tahun ini. Bahkan PAM Bandarmasih harus mencampur air baku mereka yang berada di intake Sungai Bilu dengan intake IPA II yang sumber air bakunya dari Sungai Tabuk dan Pematang Panjang beberapa waktu lalu.
Pasalnya, kadar garam air baku yang berasal dari intake Sungai Bilu melebihi kadar standar, yakni di atas 250 ppm.
Proses mencampur air baku tersebut tentunya memerlukan operasional yang cukup besar, seperti memompa air baku dari IPA II ke intake Sungai Bilu dan memerlukan bahan kimia tambahan.
Namun, saat ini kadar garam sudah kembali di bawah standar batas aman yang sudah ditentukan, sehingga operasional bisa kembali seperti biasa. Pihaknya juga terus melakukan pengecekan secara berkala karena kadar garam di intake Sungai Bilu juga bisa meningkat saat air pasang.
“Masuk intake Sungai Bilu, kadar garamnya naik turun. Kalau pasang naik, kalau surut turun. Saat ini kita siasati mix air baku, kita ambil dari IPA II memenuhi standar. Bisa puluhan sampai ratusan, sampai melebihi batas. Betul memengaruhi operasional yang bertambah,” ujar Zulbadi, Direktur Utama PAM Bandarmasih.
Hingga saat ini pihak PAM Bandarmasih juga masih terus melakukan pengecekan sejumlah intake pemasok air baku secara berkala agar produksi air bersih ke sejumlah pelanggan tetap sesuai dengan standar.
Reporter: Zein Pahlevi





