Pembudidaya Ikan Haruan Keluhkan Krisis Air Saat Kemarau ke Komisi II

Hulu Sungai Tengah, Duta TV — Pembudidaya ikan haruan di Desa Mahang Baru, Kecamatan Labuan Amas Selatan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, mengeluhkan kesulitan mendapatkan pasokan air saat musim kemarau.

Keluhan itu disampaikan saat Komisi II DPRD Kalimantan Selatan melakukan kunjungan kerja monitoring ke Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Mufakat. Kondisi tersebut menjadi kendala utama yang mengancam keberlangsungan budidaya ikan haruan.

Selain persoalan air, para pembudidaya juga menyampaikan kebutuhan pakan, fasilitas pembenihan, kolam pembesaran yang lebih memadai, serta pembangunan sumur bor sebagai sumber air alternatif.

Menanggapi aspirasi tersebut, Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalimantan Selatan, Suripno Sumas, mengatakan persoalan kekurangan air saat musim kemarau tentu menjadi perhatian serius. Komisi II akan memperjuangkan pembangunan sumur bor untuk Pokdakan di Desa Mahang Baru dan Desa Jamil, serta mengusulkan penambahan sarana pembenihan dan kolam pemeliharaan yang lebih luas melalui Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Selatan.

“Sekarang kendalanya bagi mereka adalah saat musim kemarau bahwa mereka ini kekurangan air, baik itu di Mahang Baru maupun di Desa Jamil. Kekurangan ini, setelah kita diskusikan, memerlukan bantuan sumur bor. Nah, kekurangan ini, kelemahan ini sudah kami tampung dan sudah kita jadikan PR Komisi II untuk membantu sumur bor, baik di Desa Jamil maupun Desa Mahang Baru. Di Desa Mahang Baru juga memerlukan tempat pemeliharaan yang baknya lebih luas lagi dengan diameter enam meter. Nah, sehingga itu juga kita usulkan, termasuk nanti peneduhnya kita usulkan,” ujar Suripno Sumas.

Komisi II menargetkan usulan dari aspirasi pembudidaya ikan haruan ini dapat direalisasikan melalui APBD Perubahan 2026 jika memungkinkan, atau diakomodasi dalam APBD Murni Tahun Anggaran 2027. Dewan menegaskan akan mengawal aspirasi ini sampai dalam pembahasan anggaran agar kebutuhan dasar budidaya ikan haruan dapat segera terpenuhi, sehingga produktivitas masyarakat tetap terjaga di tengah ancaman musim kemarau.

Reporter: Tim Liputan

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *