RENUNGAN JUMAT : “IKHLAS ITU MURNI ATAU BERCAMPUR”

Banjarmasin – Duta TV, Sahabat Secangkir Kopi Seribu Inspirasi?

Dipagi hari saat saya berangkat bekerja, kebiasaannya di mobil sambil mendengarkan radio dan saat searching frekuensi berhenti pada satu station radio yang lagi memutar ceramahnya Guru Bakhiet, saya pribadi suka dan sering mendengarkan ceramah beliau ini lewat telivisi dan radio ataupun audio yang dikirimkan sahabat saya yang jadi murid beliau (Akhmad Yani). Kali ini tema beliau bahas sangat menarik, yaitu tentang IHKLAS dan inilah yang saya coba ramu inspirasinya dalam bahasa dan pengetahuan saya kepada sahabat semua.

Ikhlas itu berarti murni dan murni itu berarti tidak bercampur dengan yang lain, kalau dipadankan penyebutannya dengan suatu benda, maka benda itu murni artinya tidak ada campuran lain, seperti susu murni, maka maknanya susu yang tidak bercampur dengan zat lainnya, kopi murni, maka kopi tersebut adalah semata mata hanya kopi yang belum dicampir dengan gula atau creamer, dan seterusnya, sehingga murni itu sebagai suatu gambaran yang belum tercampur dan terkontaminasi dengan apapun, wujud keasliannya mencerminkan apa adanya yang menggambarkan kemurniannya tersebut. Kebalikan dari murni, berarti bercampur dengan sesuatu yang lain, atau kalau dipadankan dengan benda, maka benda asli sudah melebur dengan benda benda lainnya, seperti kopi yang dicampur dengan gula atau dengan susu, sehingga tidak lagi kopi murni melainkan kopi manis susu.

Berita Lainnya

Begitulah Ihklas, pada saat menjalankan ibadah, maka niatnya hanya semata mata karena Allah (Yang Maha Kuasa), pada saat membantu seseorang niatnya hanya karena Allah, pada bekerja niatnya hanya karena Allah, sehingga niat itu tidak bercampur dengan motivasi atau niat-niat lainnya, dan kalau sudah ada campurannya, maka hal tersebut sudah tidak murni lagi atau berarti tidak ikhlas.

Sahabat ! Ke kemurnian memang suatu konsep spritual yang menjadi dasar berbuat dan bertindak yang secara totalitas hanya disandarkan kepada Allah, sehingga wujudnya disebut dengan berserah yaitu berserah diri secara totalitas kepada Allah pada setiap tindakan, perbuatan dan menyikapi keadaan kehidupan ini. Dampak yang muncul dari ikhlas dan berserah ini menjadikan keajaiban-keajaiban hidup kita sebagai manusia, karena dalam beberapa riwayat Yang Kuasa memerintahkan para Malaikat untuk menolong hamba yang berserah dan mengabulkan doa dan permohonannya, karena hamba tersebut telah berserah total kepada Allah. Bahkan sedemikian dahsyatnya dalam pandangan Allah, orang yang ikhlas ini akan dimasukan ke dalam surgaNya hanya ada satu perkataan menyebut nama Allah dengan ihklas dilidahnya, padahal orang tersebut tidak ditemukan amalan amalan baik dalam kehidupannya.

Oh ya sahabat, Guru Bakhiet selanjutnya menjelaskan bagaimana kalau suatu kondisi ada ibadah yang niatnya tidak murni, akan tetapi ada terselip hal kecil lainnya, seperti mau puasa sunat, namun puasa itu juga atas anjuran dokter untuk kesehatan atau pergi umroh sekaligus mendatangi keluarga di tanah suci dan seterusnya…. akan sangat panjang kalau kita bahas pada hari ini moga dikesempatan lain kita bahas, yang saya istilahkan IKHLAS YANG KADARNYA DINAMIS.

Semoga kita semua bisa Ikhlas dan lalu berserah dalam menjalani kehidupan ini aminn… Salam Secangkir Kopi Seribu Inspirasi.

Dr. Syaifudin

Dewan Redaksi Duta TV

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *