“MUNCUL PUTIK BUNGA BARU DITANGKAI LAMA”

DUTATV.COM-BANJARMASIN. Sahabat secangkir kopi seribu inspirasi, sebagaimana biasa rutinitas saya di pagi hari  merawat tanaman disekitar rumah, dan disuasana pagi ini yang sejuk perhatian saya pada tanaman lebih detil melihat satu-satu perkembangan dan pertumbuhan tanaman bunga yang saya tanam, bahkan saya beinteraksi mengucapkan “salam” terhadap tanaman yang memang turut berperan mencptakan kesejukan suasana fisik dan batin saya. Saking asiknya saya mengamati sampailah pada bunga anggrek yang tergantung di pohon jambu dan dari sinilah kemudian cerita ini dimulai yang menjadi inspirasi saya kali ini dan ingin saya bagikan kepada sahabat semua.

Sahabat ! jujur saya kaget dan takjim saat melihat bunga anggrek yang digantung di pohon jambu ini, karena beberapa bulan yang lewat tanaman anggrek telah berbunga dan pada saat mencapai puncak berbunganya maka tangkai yang menjulur itu mekar secara bergantian beriringan mekar setangkai demi setangkai sampai mencapai puncaknya semua tangkai yang menjulur itu diliputi oleh putik bunganya. Proses selanjutnya putik bunga anggrek itu kemudian mengalami perontokan satu demi satu dengan kondisi berbalik dari proses mekarnya, artinya yang mekar duluan akan mengalami kerontokan terlebih dahulu dan sampai puncaknya semua bunga jatuh rontok sehingga yang tertinggal hanyalah tangkainya yang menjulang.  Berdasarkan pengalaman saya tangkai inipun secara pelan-pelan akan mengering, dan saat kering ini akan saya potong, namun apa yang terjadi ternyata tangkai ini bukan mengering tetapi malah melanjutkan “julurnya” dengan putik bunga baru.

Lihat Juga :  SERI DISKUSI MAWADAN 87 “DILEMATIS DALAM MEMBUKA SEKOLAH, OFF LINE ATAU ONLINE”

Sahabat ! Subhanallah ! batin saya menjadi tersentak melihat pembuktian kekuasaan Allah dalam kehidupan yang tercermin dalam putik bunga baru ditangkai lama ini, yang barangkali secara ilmu tumbuh-tumbuhan  dianggap biasa saja, namun bagi saya yang menyandarkan dari pengalaman merawat bunga menjadi takjub dan memberi pelajaran yang sangat dalam secara spiritual atau rohani.

Sahabat ! pelajaran ? pertama Allah itu bisa memberi terhadap Sesutu yang tidak kita minta sebelumnya, karena Allah Maha Pengasih dan Penyayang terhadap hambaNya serta tahu apa yang terbaik yang akan diberinya kepada kita. Oleh karena itu sesungguhnya tidak ada kejadian yang tak terduga dan terjadi begitu saja dalam kehidupan ini, melainkan semua itu sudah ada dalam desain Yang Kuasa untuk diberikannya kepada kita. Dalam hal inilah saya yakin sahabat semua pernah mengalami kejadian kita mendapatkan sesuatu yang berharga dan tidak kita terduga sebelumnya, dan hal ini  sering kita sebut sebagai rejeki nonplok, sesuatu yang kita dapatkan yang tanpa kita menduganya.

Lihat Juga :  SERI DISKUSI MAWADAN 87 “DILEMATIS DALAM MEMBUKA SEKOLAH, OFF LINE ATAU ONLINE”

Sahabat ! pelajaran kedua yang saya dapatkan pada saat melihat tanaman bunga yang lain yang berdekatan dengan tanaman ini, yaitu tanaman anggrek saya yang tidak muncul bunganya padahal saya memperlakukannya sama, dan pada saat edisi sebelumnya saya pernah menulis saat menanam dan merawat  telah mengharapkan bunganya muncul namun kenyataannya bunganya tidak muncul. Kondisi ini menambah lagi keyakinan saya bahwa kita hanya diamanahkan untuk berusaha (ikhtiar) atas anjuranNya, tapi soal hasilnya semuanya ada ditanganNya, karena “Allah itu bisa memberi dan bisa pula tidak memberi” dengan pertimbangan semuanya itu didasarkan untuk kebaikan hidup kita.

Sahabat ! pelajaran ketiga, telah mengajarkan “keikhlasan” bahwa saat saya menanam dan merawat tanaman bunga tersebut dilakukan bukan karena saya berharap dia akan memberikan bunga kepada saya, akan tetapi semata-mata ikhlas tanpa pamrih berbuat menanam dan merawatnya  tanpa pamrih apapun atas tanaman bunga tersebut, karena sesungguhnya menanam dan merawat tanaman adalah wujud dari kasih sayang kita pada tumbuhan sebagai khalifah dimuka bumi, yang disadari atau tidak akan menciptakan ekosistem kehidupan yang baik. Hal inilah yang barangkali bisa disinonimkan dengan saat kita melakukan ibadah kepada Allah, yang mana ibadah itu dilakukan bukanlah  mengharapkan syurgaNya melainkan wujud ketaatan kita sebagai hamba Allah, karena ada banyak pendapat sufi bahwa nilai ibadah kita tidak sebanding dengan anugerah kasih sayang Allah kepada kita, sehingga syurga itu sesungguhnya rahmat dan ridho Allah kepada kita yang tidak semata diukur dengan ibadah yang kita lakukan.

Lihat Juga :  SERI DISKUSI MAWADAN 87 “DILEMATIS DALAM MEMBUKA SEKOLAH, OFF LINE ATAU ONLINE”

Sahabat ! akhirnya saya mengucapkan syukur atas anugerah munculnya putik bunga ditangkai lama tersebut, bukan saja karena bunganya yang membahagiakan saya memandangnya sebagai keindahan bunga pada umumnya, akan tetapi saya mendapatkan pelajaran dalam membaca ayat-ayat Allah yang terhampar pada ciptaanNya.

Salam Secangkir Kopi Seribu Inspirasi

#SemakinTuaSemakinBahagia

#SemakinTuaSemakinBahagia

Dr. Syaifudin SH. MH.


Dewan Redaksi Duta TV

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *