RENUNGAN AKHIR TAHUN : HIDUP BERJALAN DARI SATU JALAN KE JALAN BERIKUTNYA

Banjarmasin-Duta TV. Sahabat Secangkir Kopi Seribu Inspirasi ! Kali ini saya ingin bercerita tentang sosok salah satu sahabat yang sangat inspiratif, yaitu Dr. H.Tjipto Sumadi, M.Si.,M.PD yang biasa saya panggil Mas Tjip. Pertemuan saya dengan sahabat yang satu ini memang agak unik, tahun 1987 kami dipertemukan di Jakarta dalam suatu gelaran pertemuan Mahasiswa Teladan seluruh Indonesia atas Undangan menghadiri upacara Kenegaraan 17 an di Istana Negara, tidak lama memang ketemuannya yakni hanya kurang lebih satu minggu kami berkumpul dalam rangkaian acara peringatan detik detik proklamasi di Istana Negara tersebut, dan setelah itu kami pulang ke kampung masing-masing. Suatu ketika di tahun 2014 an saya menerima telepon dari seseorang yang menanyakan apakah benar ini pak Syaifudin, saya katakan benar, kemudian penelpon memperkenalkan diri bahwa yang bersangkutan adalah Prof Satria Bijaksana dari ITB Bandung yang lagi mencari atau “hunting” teman-teman alumni sesama Mahasiswa teladan 87, dari itu kemudian kami September 2014 bertemu lagi di Nusa Tenggara Timur atas fasilitas Sahabat Frans Lemburaya Gubernur NTT saat itu yang sekaligus juga alumni Mahasiswa Teladan 87.
Sahabat ! saya stop cerita pertemuan dan persahabatan kami yang rutin ketemu lagi dalam wadah alumni Mahasiswa Teladan (Mawadan) 87 tersebut, karena saya ingin mengarahkan cerita ke sosok Mas Tjip yang satu ini.

Pada suatu kesempatan di pertengahan Desember tadi Mas Tjip dan Ibu berkesempatan hadir di Resepsi Perkawinan anak saya dan berkesempatan pula di daulat menjadi tamu dalam Program DIA di Duta TV yang hostnya Diana Rosianti., Pada saat jamu tamu DIA inilah terdapat perkataan beliau yang menurut saya sangat inspiratif yang menjadi renungan saya di akhir tahun ini. “HIDUP BERJALAN DARI SATU JALAN KE JALAN BERIKUTNYA”, artinya dalam proses menjalani kehidupan, kita akan melalui jalan tersebut, tetapi setelah sampai ketujuan, maka kemudian terbuka lagi jalan berikutnya, dan setelah sampai lagi ternyata terbuka lagi jalan berikutnya dan seterusnya, tidak pernah selesai adanya jalan kehidupan tersebut. Tentu cerita dan makna berjalan dari suatu jalan kejalan berikutnya ini bisa bermakna luas dalam seluruh aspek kehidupan, seperti terbukanya satu nikmat hidup kenikmat hidup yang lain, terbukanya kesempatan yang baik kepada kesempatan baik lainnya, termasuk juga mengalami cobaan kehidupan yang silih berganti dari waktu ke waktu, tapi kali ini saya melihatnya dari sisi peningkatan kualitas kehidupan melalui pembelajaran hidup.
Sahabat ! saat kita lulus sekolah dasar, maka terbuka jalan ke sekolah menangah, saat lulus sekolah menengah, terbuka jalan kesekolah menengah atas, saat kita lulus sekolah menengah atas terbuka jalan ke Program Sarjana (S1), saat lulus sarjana itu, terbuka jalan ke Program Master dan setelah lulus program master, terbuka jalan ke program doktoral serta setelah lulus program doktoral kita juga tidak berhenti belajar, karena belajar dalam kehidupan tidak mengenal akhir (never end), sampai nanti kita meninggal dunia. Selaras dengan pendapatnya Mas Tjip inilah saya teringat nasihat orang tua saya yang memberikan nasihat bahwa hidup itu belajar sepanjang masa, dari buaian sampai keliang lahat sebagaimana yang kita kenal sekarang dengan istilah “long life education”, sehingga hidup dan kehidupan kita dari detik ke menit ke jam ke hari ke minggu ke bulan dan ke tahun pada dasarnya tiada hentinya belajar, baik itu belajar formal ataupun belajar informal ataupun belajar dari jalannya kehidupan itu sendiri. 
Sahabat ! Dunia ini memang tumbuh dan berkembang dan tidak pernah statis atau diam, pada saat kita berhenti belajar dan berarti kita menghentikan tumbuh dan berkembangnya wawasan dan pengetahuan kita, maka saat terhentinya itu sadar atau tidak sadar kita melawan hukum alam sehingga kita menjadi tergilas oleh tumbuh dan berkembangnya alam, lihatlah berbagai kemajuan perkembangan teknologi sekarang, suatu perkembangan yang begitu cepat dan bahkan tidak terbayangkan oleh kita, bagaimana kalau kita kita tidak mau belajar dan beradaptasi dengan perkembangan tersebut, maka sudah bisa dipastikan kita hanya akan dikenang sebagai dinasauros yang hanya tinggal sejarah keberadaannya tapi sudah tiada kita bisa lihat dan saksikan lagi.

Sahabat ! apa yang dikatakan Mas Tjip di atas, telah mengispirasi dan menyadarkan kita untuk selalu belajar sepanjang masa yang jalannya selalu terbuka pada setiap tahapan jalan yang kita lalui, janganlah sahabat berhenti diperjalanan pada jalan yang selalu ada tersebut, karena sesungguhnya setiap berhasil melewati jalan itu, kita bisa belajar banyak atas apa yang sudah kita capai dan merencanakan dan bertindak untuk jalan seterusnya selama hayat masih dikandung badan.
Bagaimana dengan perjalanan Sahabat di jalan tahun 2018 yang baru,, jalan baru 2019 sudah terbuka lagi, SELAMAT MENEMPUH JALAN KEHIDUPAN 2019 , teruslah belajar dan meningkatkan kualitas diri dan kehidupan anda secara ilmu pengetahuan dan spritual.
Salam Secangkir Kopi Seribu Inspirasi.






Perjalanan hidup Pak Tjipto memang luar biasa. Meskipun hanya dua malam bersama Pak Tjipto, saya belajar banyak dari perjalanan hidup beliau. Menginspirasi. Bila di film-kan, bakal banyak yg ingin menyaksikan, mendiskusikan dan juga menjadi topik bahasan dlm upaya pembelajaran masyarakat. Setuju…hidup berjalan dari satu jln ke jln berikutnya…