Inspirasi

“PUASA ULAT DAN PUASA ULAR”

BANJARMASIN-DUTATV. Sahabat Secangkir Kopi Seribu Inspirasi, pagi subuh ini setelah sholat subuh berjamaah, saya mendengarkan tausiah singkat dari ustad Firdaus (pimpinan Taman Cinta Alquran) yang bercerita tentang bagaimana puasa itu sebagai alat (“tool”) dalam “merekayasa” manusia untuk berubah (change) dari suatu kondisi kepada kondisi yang lebih baik dan terus lebih baik secara substansial atau materiel, tidak hanya berubah secara bungkus atau formal saja.  Menariknya perubahan kondisi itu ditamsilkan dengan metamorphosisnya ulat menjadi kupu-kupu dan pergantian kulit ular, hal inilah kemudian yang mengispirasi saya untuk menceritakannya kembali kepada para sahabat semua, karena sudah beberapa kali saya mengulas tentang ulat dan kupu-kupu ini.

Sahabat ! bagaimana ulat dalam suatu babakan kehidupannya berada dalam suatu tempat atau phase yang kita sebut kepompong ini mengalami suatu kondisi tidak makan dan minum atau yang kita sebut “puasa” dalam kurun waktu kurang lebih 14 sampai dengan 16 hari (sama dengan setengah bulan berpuasa bulan ramadhan), baru kemudian ulat itu berubah menjadi kupu-kupu, setelah keluar dari kepompong ini butuh waktu sekitar 1 sampai 2 jam untuk mengeringkan sayapnya sebelum ia bisa terbang.

Sahabat ! lihat dan perhatikanlah  “keajaiban” apa yang terjadi saat ulat brubah menjadi kupu-kupu dengan melalui proses (alat) puasa tersebut ? dari ulat yang tidak menarik bahkan jijik menjadi sosok yang menarik, dari yang tidak indah dipandang menjadi indah dipandang, dari binatang yang hanya merayap menjadi binatang yang bisa terbang, dari binatang yang tidak berharga menjadi binatang yang berharga, ringkasnya dengan berpuasa tersebut telah terjadi perubahan besar dari ulat ke kupu-kupu, sehingga puasanya berhasil mengantarkannya dari makhluk yang tidak dianggap bahkan dinilai hama menjadi makhluk yang indah dan bermanfaat.

Sahabat ! bagaimana dengan ular ? ular mengalami proses yang disebut dengan “shedding” yaitu proses pergantian kulit, karena ular telah mengalami pembesaran sedangkan kulitnya tidak ikut membesar dan lama kelamaan telah kusam. Pada waktu shedding ini ular mencari tempat yang lembab  atau basah atau bersembunyi dilubang persembunyiannya, sehingga masa ini ia tidak makan sampai proses shedding itu selesai. Proses shedding ini memakan waktu kurang lebih 7 sampai dengan 10 hari (bisa setara dengan sepertiga ramadhan), baru kemudian kulit lama terlepas dan ular telah melakukan ganti kulit dengan kulit yang lebih cemerlang.

Sahabat ! lihat dan perhatikanlah proses ganti kulit ular ini ? ular akan tetap menjadi ular, yang berubah hanyalah kulitnya saja menjadi cerah yang berbeda dengan kulit semula, ular tetaplah ular sebabai binatang dengan sifat kebinatangannya, ia tetap berbisa, ia tetap menjijikan dan menakutkan (bagi kita umumnya), sehingga proses shedding atau pergantian kulit dengan puasanya tersebut, tidak melahirkan perubahan sifat dab karakter, yang berubah hanya bajunya saja.

Sahabat ! dengan tamsil puasa ulat melahirkan kupu-kupu itu, maka puasa yang diwajibkan kepada kita dan sekarang dilaksanakan dimaksudkan untuk menjadikan kita sebagai orang yang bertaqwa, artinya terdapat perubahan substansial dari kehidupan kita dengan sarana berpuasa ini, seperti layaknya kupu-kupu tersebut di atas. Kita berubah dari orang jahat menjadi baik, dari kikir jadi dermawan, dari pemarah menjadi ramah, meningkat kuantitas dan kualitas ibadahnya, menjadi orang yang bermanfaat dan seterusnya dan seterusnya.

Sahabat !dengan tamsil puasa ular hanya untuk berganti kulit, maka kita disindir terhadap puasa yang hanya berubah kulit saja tetapi tidak menjadikan kita berubah secara akhlak dan spritual ke pada peningkatan kualitas hidup, sehingga puasa seperti ini termasuk yang hanya “mendapatkan lapar” tanpa bisa meraih ketaqwaan. Mungkin kita bisa pakai baju baru, serban baru, memakai jilbab, kopiah dan seterusnya, tapi itu tak lebih dari perubahan luar saja, yang nanti di luar ramadhan akan kembali kepada akhlak yang sama seperti sebelum ramadhan.

Sahabat ! Semoga puasa kita bisa menjadikan diri kita terus berubah mencapai derajat taqwa, hanya dengan derajat taqwa inilah Allah memandang derajat kita sesungguhnya. Aminn…..

Salam Secangkir Kopi Seribu Inspirasi.

#Semakintuasemakinbijaksana

#semakintuasemakinbahagia


Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *