Petani Karet Merugi Puluhan Juta Rupiah

DUTA TV TANAH LAUT – Aktivitas tambang batubara di desa Batalang yang membendung aliran sungai  mengakibatkan 10 hektar lebih lahan karet dan puluhan hektar lahan sawit milik warga di desa Damit Hulu banjir.

Akibatnya para petani mengaku mengalami kerugian yang cukup besar hingga puluhan juta rupiah.

Ironisnya keluhan maraknya pertambangan batu bara ini sudah disampaikan warga ke pihak penambang dan pemerintah setempat namun belum ada respon maupun tindakan tegas.

Menurut seorang petani karet akibat terkendala air yang cukup dalam sehingga petani tidak bisa menyadap karet, bahkan tanaman karet banyak yang mati karena terendam banjir.

“kita sudah berupaya ke kecamatan, kebupati juga mengetahui, terakhir dari kecamatan jorong mau membedah bendungan dengan pihak tambang, tapi pihak tambang menggagalkan pertemuan, permintaan masyarakat supaya diaktifkan lagi sungai itu”,  Ismanto ketua RT. 4 Desa Damit Hulu.

Ismanto ketua RT. 4 Desa Damit Hulu

Warga Damit Hulu berharap, pemkab Tanah Laut dan pemilik tambang batubara bisa segera membuka kembali aliran sungai yang sengaja di bendung oleh penambang, sehingga aliran sungai di Damit Hulu bisa kembali aktif.

 

Reporter : Suhardadi

Follow Me:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *