Pemko Banjarmasin Godog Aplikasi Untuk Keamanan Anak

DUTA TV BANJARMASIN – Peristiwa penculikan yang terjadi di awal tahun 2019 di beberapa kota di Kalimantan Selatan membuat sejumlah pihak merasa khawatir dengan kemananan anak, terutama usai pulang sekolah.
Keprihatinan ini membuat Pemerintah Kota Banjarmasin ikut memikirkan langkah apa yang bisa diambil agar para guru, orang tua dan siswa merasa tenang.
Saat ini Pemerintah Kota Banjarmasin tengah menggodog aplikasi berbasis android yang fungsinya tak hanya sebagai kartu absensi, namun juga bisa memantau keberadaan siswa di dalam maupun luar sekolah.
Walikota Banjarmasin Ibnu Sina mengatakan bahwa ini merupakan bagian dari program Smart City, dimana didalamnya termaktub jaminan rasa aman dan nyaman bagi setiap warga.
“Saya sedang merintis student card (kartu pelajar)  melalui aplikasi Smart City. Sudah ada pihak ketiga yang menawarkan, namun baru sebatas untuk absen masuk dan pulang. Syukur – syukur bisa dipasang GPS di kartu, tas atau sepatnya, sehingga bisa memantau keberadaan siswa tersebut,â€ujar Ibnu.
Tak hanya sampai di situ, orang tua siswa bahkan bisa memantau keberadaan anaknya saat sedang belajar di kelas.
“Sangat mungkin aplikasi ini dikembangkan untuk memantau prestasi anak,â€lanjut Ibnu,â€Apalagi kalau kelasnya ada CCTV, orang tua bisa diberi akses untuk memastikan bahwa anaknya memang sedang belajar di dalam kelas tersebut.â€
Sebelumnya Dinas Pendidikan beberapa kabupaten-kota di Kalimantan Selatan mengeluarkan surat edaran terkait pengawasan terhadap anak yang harus lebih diintensifkan, baik oleh guru maupun orang tua/wali murid, untuk meminimalisir kasus penculikan anak yang mengemuka akhir – akhir ini.
Tim Liputan





