PAD 2023 Hanya 73%, Komisi II Panggil BPKPAD

Banjarmasin, Duta TV Komisi II DPRD Kota Banjarmasin memanggil Badan Pengelolaan Keuangan Pendapatan dan Aset Daerah atau BPKPAD untuk melakukan rapat evaluasi hasil kinerja di tahun 2023 di ruang Komisi II DPRD Kota Banjarmasin.

Selain mengevaluasi hasil kerja, dalam pemanggilan itu, pihak dewan meminta penjelasan pihak BPKPAD terkait turunnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Banjarmasin di tahun 2023 yang hanya sebesar 73 persen atau sekitar 1,9 triliun dari estimasi target sebesar 2,6 triliun rupiah lebih.

Pasalnya, turunnya pendapatan tersebut dipastikan berdampak terhadap kondisi keuangan daerah serta pelaksanaan proyek pembangunan yang sudah dikerjakan Pemerintah Kota Banjarmasin.

“Jadi kita menggelar rapat evaluasi kinerja tadi bahwa memang pendapatan kita turun di tahun ini. Dari penjelasan tadi pendapatan kita hanya 73 persen, dimana ini karena ada beberapa SKPD yang tidak maksimal dan ada beberapa dana pusat yang tidak cair,” ujar Awan Subarkah, Ketua Komisi II DPRD Kota Banjarmasin.

Sementara itu, hal ini diakui oleh Kepala BPKPAD Kota Banjarmasin, Edy Wibowo, dan mengakui ada beberapa dinas penghasil tidak menarik PAD secara maksimal dan kebanyakan dibawah 50 persen. Diantaranya, Dinas Pariwisata yang hanya 2,60 persen dan Dishub yang 45,66 persen. Ditambah dengan ditundanya pencairan dari pendapatan dari pemerintah pusat sebesar 180 miliar.

“Jadi ini memang pendapatan kita turun dari tahun sebelumnya dan ini bisa menjadi pelajaran yang berharga agar tidak terulang kembali, memang ada beberapa SKPD yang tidak maksimal dan hanya di bawah 50 persen dalam penarikan seperti Dishub dan Pariwisata. Ditambah adanya beberapa dana pusat yang tidak cair,” kata Edy Wibowo.

Edy Wibowo, Kepala BPKPAD Kota Banjarmasin.

Awalnya, perhitungan anggaran belanja dan pendapatan daerah Kota Banjarmasin di tahun 2023 sudah mengalami defisit sebesar 150 miliar, di mana Pemerintah Kota menargetkan pendapatan asli daerah sebesar 2,6 triliun lebih dengan anggaran belanja daerah sebesar 2,75 triliun rupiah.

Reporter: Ade Yanuar

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *