Melestarikan Burung Kuntul di Mangrove Pusong

Kawanan burung kuntul di Waduk Pusong, Lhokseumawe (foto:antara)

Aceh, DUTA TV — Kawanan burung kuntul yang memiliki nama latin Egretta Garzett merupakan merupakan jenis burung air yang memiliki peranan penting dalam menjaga ekosistem. Burung putih nan cantik ini kerap ditemui di tepian sungai, sawah, dan daerah pesisir putih nan cantik ini kerap ditemui di tepian sungai, sawah, dan daerah pesisir pantai. Pada pagi hari, burung kuntul terbang berkelompok untuk mencari makan, pantai.

Sebagai burung pemangsa, keberadaan burung kuntul berperan penting sebagai burung pemangsa berperan penting dalam rantai makanan, yaitu menjaga keseimbangan lingkungan.

Ribuan burung kuntul dapat dijumpai di di kota Lhokseumawe Aceh di hutan mangrove yang berada di kawasan Waduk Pusong di kecamatan Banda Sakti.

Laung, salah seorang pegiat lingkungan di kota Lhokseumawe mengatakan, kawanan burung kuntul dapat dilihat pada Sabtu 17 Juli jam 6 pagi, yakni saat bersiap terbang mencari makan. Mereka terbang mencari makan di sekitaran sawah, sungai dan tempat basah lainya. Kemudian jam 6 sore burung sore/ burung kuntul kembali ke hutan mangrove untuk beristirahat. Tentulah pemandangan ini sangat menarik untuk dinikmati.

Laung menjelaskan peran burung kuntul yang menjadi penyeimbang ekosistem, khususnya bagi petani di sawah. Di mana burung tersebut membantu membasmi hama dengan memakan jangkrik, walang sangit dan lainya – lainya.

‘’Banyak ya manfaatnya, burung kuntul ini khususnya bagi petani di sawah. Dia membantu membasmi hama para petani seperti jangkrik, tikus. Apabila tidak ada pohon mangrove ini, burung ini akan pindah ke daerah lain. Dengan adanya burung ini terjaga ekosistem lingkungan,’’katanya.

Hutan mangrove memiliki fungsi ekologis sebagai habitat atau tempat hidup burung kuntul untuk berlindung dan berkembang biak. Jika tak menemukan hutan mangrove di sekitar kota, kawanan burung kuntul akan berpindah ke daerah lain sehingga menjadi kerugian bagi masayarakat kota Lhokseumawe dan sekitarnya.

Laung berharap pemerintah daerah setempat dapat  menjaga kelestarian dan kebersihan lingkungan dengan cara menanam lebih banyak pohon mangrove di seputar waduk kota Lhokseumawe. Karena dengan bertambah luasnya hutan mangrove, populasi burung kuntul dengan bertambah luasnya hutan mangrove, populasi burung kuntul pun akan bertambah.

Pegiat lingkungan ini tak lupa mengimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan sekitar waduk Pusong yang menjadi salah satu destinasi wisata di kota Lhokseumawe.(ant)

Saksikan terus program-program unggulan Duta Televisi live di sini

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.