Biaya Umrah Melonjak, Jamaah Kalsel Harus Tambah Biaya Hingga Rp6,5 Juta

Banjarmasin, Duta TV — 6.500 jamaah Kalimantan Selatan yang telah terdaftar untuk keberangkatan umrah di bulan Juni ini terpaksa harus menambah biaya perjalanan akibat penyesuaian harga.
Besaran penyesuaian harga itu diputuskan dalam rapat bersama Forum Komunikasi Penyelenggara Travel Umrah dan Haji Khusus atau FK Patuh Kalsel.
Ketua FK Patuh Kalsel menyebut lonjakan harga ini dipicu kenaikan avtur. Bukan hanya itu, nilai tukar dolar juga berdampak langsung pada operasional maskapai penerbangan.
Kondisi ini membuat travel umrah tidak punya pilihan selain menaikkan harga paket berkisar lima hingga 6,5 juta rupiah. Biaya umrah yang sebelumnya hanya berkisar 30 jutaan kini menjadi 35 jutaan bahkan hingga 37 juta rupiah.
“Kita mau tidak mau itu harus menyesuaikan harga paket umrah yang sudah kita jual pada saat ini. Penyebab utamanya adalah kenaikan harga avtur di mana 40 persen dari operasional maskapai itu adalah di minyak,” kata H. Saridi Salimin, Ketua FK Patuh Kalsel.
Sementara itu, Owner PT Hikmah Rizquna Persada Muhammad Taufan Aulia Akbar mengatakan pihaknya memiliki sekitar 3.500 jamaah yang terpaksa diminta menyesuaikan tambahan biaya keberangkatan.
“Jadi kalau jemaah itu mau mundur ya kita persilahkan tidak masalah, cuman saya rasa insya Allah jemaah akan memahami ini karena ini kenaikan ini sudah memang tidak bisa kita hindari lagi. Nah kalau memang niatnya tekad niatnya untuk umrah pasti berangkat,” ujarnya.
Hal yang sama juga dilakukan H. Muhammad Kholik Owner PT Noor Thoibah yang menyebut kenaikan harga paket di travel miliknya rata-rata mencapai tiga juta per jamaah.
“Kenaikan harga ini penyesuaian harga ini mayoritas karena kenaikan avtur dan juga kenaikan mata uang dolar jadi otomatis hampir semua komponen naik. Kami menaikkan harga untuk paket standarnya 3 juta rupiah. Alhamdulillah jemaah bisa memakluminya,” pungkas Kholik.
FK Patuh Kalsel akan melaporkan hasil rapat ini ke Dinas Perhubungan agar dapat memfasilitasi komunikasi dengan pihak maskapai penerbangan sebagai langkah mencari solusi atas lonjakan tiket umrah.
Tak hanya itu, pihak travel juga berencana melakukan audiensi dengan Gubernur Kalimantan Selatan untuk meminta regulasi dan perhatian pemerintah daerah agar kenaikan harga tiket tidak semakin membebani masyarakat yang ingin beribadah ke Tanah Suci.
Reporter: Evi Dwi Herliyanti





