“LIMPAHAN RAHMAT” ( Seri : Ramadhan “Nikmati Prosesnya dan Dapatkan Bonusnya”)

BANJARMASIN-DUTATV.COM Sahabat Secangkir Kopi Seribu Inspirasi, Alhamdulillah kita telah dipertamukan lagi dengan bulan Ramadhan, bulan suci yang di dalamnya kita diwajibkan kita berpuasa, bulan yang penuh berlimpah rahmat Allah, bulan yang dibukakan pintu ke-ampunan tanpa batas, bulan yang didalamnya disediakan ladang pahala yang berlipat ganda bagi kita yang beribadah dan ber amal kebaikan pada sesama dan alam semesta, bulan yang suasananya mendukung kita lebih dekat dengan Allah, bulan yang membuat  “ruang” dikabulkannnya segala doa-doa kita, dan bulan yang menjadi dinding bagi kita untuk terhindar dari siksa api neraka.

Sahabat ! ramadhan sebagai bulan berlimpah rahmat dari Allah, tentu membawa alam pemikiran kita kepada apa sesungguhnya rahmat Allah tersebut ? penulis menjumpai banyak sekali uraian yang membahas tentang makna dari rahmat ini, sehingga saya menyimpulkan bahwa “segala apapun berupa fasilitas kehidupan di alam semesta ini sesunguhnya adalah rahmat dari Allah”.  Berada ditengah limpahan rahmat itu terkadang dalam kehidupan ini kita tidak menyadarinya atau dengan kata lain kita lupa pada eksistensi rahmat Allah itu dari segala apa yang kita nikmati dalam kehidupan ini, sehingga apa-apa pencapaian kehidupan kita lebih dilihat dari usaha dan upaya kita sendiri, sehingga melupakan bahwa sesungguhnya itu rahmat dari Allah, karena  kehidupan kita sendiripun sesungguhnya adalah rahmat dari Allah.

Sahabat ! menurut Kamus bahasa Indoensia secara terminologi rahmat diartikan sebagai “belas kasih” atau “kerahiman” atau “kurnia” atau “berkah” dari Allah, sedangkan Menurut Ibnu Faris dalam Maqâyîs al-Lughah setiap kata Arab yang berakar dari tiga huruf râ’hâ’, dan mîm memiliki arti dasar ‘kelembutan, kehalusan dan kasih sayang’. Sedangkan menurut al-Ashfihani dalam Mufradât Alfâdzh al-Qur’an, kata rahmat berarti ‘kelembutan yang menuntut berbuat baik kepada yang disayangi’. Terkadang rahmat hanya khusus berarti ‘kelembutan’. Kadang juga hanya berarti ‘berbuat baik’ (lihat https://harakatuna.com/makna-rahmat-dalam-al-quran-al-karim.html).

Sahabat ! yang menjadi perenungan kita, mengapa bulan ramadhan ini Allah melimpahkan rahmatNYA yang tak terhingga, sehingga dikatakan sebagai bulan penuh rahmat ?, hal ini menurut perenungan saya dikarenakan oleh dua hal, yaitu : pertama kita di “suruh” untuk meraih rahmat itu sebanyak banyaknya, karena rahmat itu disediakan oleh Allah dan kita diminta untuk meraih rahmat tersebut, kedua kita diminta untuk memohon (berdoa) agar diberi lipahan rahmat tersebut, sehingga dapat meraihnya.

Sahabat ! pada tataran yang pertama, sebagaimana yang saya tulis pada tulisan tentang “ramadhan sebagai ladang kebaikan”, maka rahmat ini ibaratnya seperti pusat perbelanjaan yang lagi melakukan bazar penjualan obral secara besar-besaran yang menjadikan kita tertarik untuk datang berbelanja di pusat perbelanjaan tersebut, oleh karena itu belanjalan dengan ibadah, baik itu ibadah kepada Allah, maupun ibadah berbuat baik kepada sesama manusia serta ibadah berbuat baik kepada Alam.

Sahabat ! pada tataran yang kedua dapat dumpamakan diberinya kita kemampuan rejeki untuk dapat berbelanja pada masa obral besar besaran tersebut, oleh karenanya seberapa kita dapat membelinya sangat tergantung dari besar kecilnya uang yang kita belanjakan. Belanja disini berarti bernilai sangat ekonomis, karena dengan jumlah uang sama pada belanja biasa, maka kita akan mendapatkan banyak. Tentu yang saya sebut uang disini adalah potensi atau kemampuan kita menggerakkan nurani, fikiran dan tubuh kita untuk beribadah, serta harta untuk kita “ibadahkan” juga.

Sahabat ! raihlah rahmat Allah itu dengan menjalankan ibadah puasa dan ibadah lainnya yang dianjurkan serta melakukan segala amal kebaikan yang mengikutinya, sejalan dengan itu pada saat rahmat itu berada dalam genggaman kita, maka  muncul kesadaran bahwa semua yang kita miliki ini sesungguhnya adalah rahmat dariNYA.

Sahabat ! tidak sampai disini saja rahmat Allah itu, karena kita akan menunggu rahmat yang lebih besar lagi di hari kiamat nanti, dalam sebuah sumber tulisan di Penasantri.id disebutkan :

Allah swt adalah sumber rahmat (kasih sayang) yang tersebar di alam semesta ini. Allah swt mewajibkan bagi diri-Nya sendiri sifat rahmat (kasih sayang) QS al-Anʻam [6]: 12. Dalam Shahîh al-Bukhârî melalui jalur Abu Hurairah ra, Nabi Besar Muhammad saw pernah menyatakan, Pada hari penciptaannya, Allah swt menciptakan 100 (seratus) rahmat (kasih sayang). 99 rahmat (kasih sayang) masih dipegang oleh Allah swt untuk disimpan. Hanya satu rahmat saja yang disebarkan oleh Allah swt bagi seluruh makhluknya. Sementara menurut Shahîh Muslim dari Salman al-Farisi, satu rahmat itu disebar di muka bumi sehingga cukup bagi seorang ibu menyayangi anaknya dan semua makhluk baik manusia, burung, semua jenis hewan dan jin dapat mengasihi satu sama lain. Lalu 99 rahmat sengaja ditahan oleh Allah swt untuk memberi rahmat bagi seluruh hamba-Nya pada hari kiamat.        

SELAMAT BERPUASA DAN MERAIH RAHMAT ALLAH.

Salam Secangkir Kopi Seribu Inspirasi.

#Semakintuasemakinbijaksana

#semakintuasemakinbahagia

Saksikan terus program-program unggulan Duta Televisi live di sini

Dr. Syaifudin

Dewan Redaksi Duta TV

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *