Inspirasi

“ANAK JAMAN DAN MILIK JAMAN”

BANJARMASIN-DUTATV. Sahabat Secangkir Kopi Seribu Inspirasi, kali ini ijinkan saya menceritakan sebuah pandangan sebagai orang tua atau istilah populernya “generasi old”, cerita ini bermula dari kedatangan tamu “orang muda” bernama Andin Sofyan yang sebenarnya pernah menjadi mahasiswa saya di S1 Fakultas Hukum ULM, yang bersangkutan sudah berhasil study lanjut sampai jenjang program doktor, sehingga ilmu hukumnya menjadi paripurna, disamping itu  kiprah politiknya juga sangat matang, karena telah terpilih menjadi anggota DPRD Kabupaten Banjar selama tiga priode.

Sahabat ! apa yang menarik saya dari sosok sahabat muda yang satu ini, yaitu gagasannya dalam pembangunan daerah, khususnya Kabupaten Banjar, “anak muda milineal sekarang mesti diberi panggung untuk mengaktualisasikan dirinya, karena terdapat banyak harapan dan pertanyaan dari anak muda yang menginginkan hasil pembangunan dapat dirasakan langsung oleh mereka”, kata Andin  biasa saya menyebutnya.  Oleh karena itu karakteristik masyarakat agamis (santri)  dan masyarakat agraris mesti dikombinasikan untuk menggali potensi dan menentukan arah pembangunan Kabupaten Banjar.

Sahabat ! keberadaan pesantren, mesjid dan moshola (langgar) yang melegenda di kota Serambi Mekah ini mesti diposisikan sebagai aset daerah, sehingga keberadaan mereka mesti mendapat perhatian stake holder.  Produk pesantren secara pasti melahirkan ahli dan atau guru-guru agama, namun juga bisa diberdayakan atas kemampuan membaca kitab kuning serta hapalan alqurannya untuk memenuhi kebutuhan imam mesjid di seluruh tempat ibadah yang ada di kabupaten Banjar dan Banua  atau bahkan untuk daerah lain, kebutuhan ini semakin terasa urgensinya pada saat bulan suci ramadhan, sehingga dimata generasi mileneal perlu dibuatkan aplikasi atau “start-up” untuk menghimpun data dan  cara untuk pihak yang bisa memakai jasa atau saat memerlukan guru agama/mengaji dan imam sholat dengan praktis dan mudah.

Sahabat ! selaras dengan itu diperlukan upaya kesejahteraan terhadap  imam mesjid dan penjaga mesjid (kaum mesjid) disamping insentifnya diberikan oleh Pemkab, akan tetapi dimata anak muda insentif itu akan sangat lebih meningkatkan kesejahteraan kalau ditunjang oleh penghasilan dengan cara pemberdayaan dengan menggali potensi sumber daya alam masyarakat sekitar, ringkasnya tinggal di bina dan dikelola potensi Sumber Daya Alam itu untuk menjadikannya nilai ekonomis, hal ini bukanlah sulit dalam industri “start-up” khasnya generasi milineal sekarang.

Sahabat ! begitulah salah satu topik yang kami diskusikan saat anak muda potensial ini mampir di warung saya, lantas sayapun merenung kepada perjalanan hidup saya yang termasuk dalam generasi “old” ini, tanda jaman dan keniscayaan sejarah peradaban manusia, benar-benar menunjukan (1) jaman saya di era muda sangat berbeda tantangan kehidupan dengan jaman sekarang, (2) tantangan jaman sekarang sangat dipahami dan dimengerti oleh anak jamannya sendiri, (3) adalah kurang bijak memandang kehidupan anak muda sekarang dengan kacamata generasi “old”.

Sahabat ! sudah saatnya generasi “old” memberikan kesempatan kepada anak jamannya ini berkiprah disegala bidang, termasuk dibidang politik dan kekuasaan daerah, ditangan mereka yang ada pada jamannya ini sangat memahami permasalahan dan solusi dari masalah kehidupan pada jaman mereka ini. Tentu tidak serta merta generasi “old” menarik diri dari seluruh aktivitas kehidupan pada jaman “now” ini, bidang-bidang yang menjadi ciri khasnya generasi “old”, seperti menanamkan nilai-nilai moral dan spritual menjadi porsi yang bijak untuk di ambil, sehingga anak jaman ini tidak kehilangan jati dirinya sebagai “human” dan “anak banua” atau “ anak bangsa” dan atau orang Martapura yang agamis atau religius.

Sahabat ! anak jaman “now” bukanlah saingan kita anak jaman “old”, mereka juga sesungguhnya tidak menyingkirkan kita, tetapi memang keniscayaan peran dijaman ini diberikan kepada mereka seluas-luasnya, agar tidak terjadi “gap” pola berfikir dan lompatan kultur dalam proses perkembangan peradaban masyarakat kita sekarang ini. Bagi saya, sangat bangga kalau anak jaman ini lebih maju dan unggul dari generasi terdahulu, karena kebahagiaan orang tua justeru terletak pada melihat kesuksesan mereka.

TERIMAKASIH NANDA ANDIN SOFYAN TELAH MAMPIR KE WARUNG BAPA, SAYA DUKUNG DAN DOAKAN KIPRAHMYA KEDEPAN UNTUK KABUPATEN BANJAR YANG LEBIH MAJU DAN AGAMIS.

Salam Secangkir Kopi Seribu Inspirasi.

#Semakintuasemakinbijaksana

#semakintuasemakinbahagia


Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *