CORONA, KEBERSIHAN, DAN WUDHU

Oleh; Dr. H. Tjipto Sumadi, MSi., MPd. (Member Sahabat Mawadan 87 Jakarta)

Saahabat Secangkir Kopi Seribu Inspirasi yang Budiman

Hari ini, kita, bahkan banyak insan di dunia tengah dilanda kecemasan. Cemas menghadapi bahaya pandemi yang mengancam, namun ancaman itu tak kasat mata, tak terlihat, tak terdengar, tak tercium, dan bahkan pada titik awal tak dapat dirasakan. Fenomena kecemasan mendunia ini, disebakan oleh benda halus tak mudah dideteksi yang bernama Corona Virus Disease – 19 (Vicod -19).

Informasi, nasihat, bahkan edaran dari berbagai kalangan untuk mengatasi berkembangnya Vicod-19 ini, aalah melalui pola hidup bersih yang diawali dengan mencuci  tangan sesering mungkin. Di samping tentu menahan diri untuk berdekatan dengan sesama (social distancing), dan mengisolasi diri di rumah (self isolation) dalam bentuk bekerja dari rumah (working from home).

Sahabat Secangkir Kopi Seribu Inspirasi yang Budiman

Sejenak mari kita melayangkan pikiran kita ke masa 14 abad lalu. Secara universal manusia telah diajarkan bagaimana membangun pola hidup bersih, dengan ungkapan “Kebersihan sebagian dari Iman”. Analisis sederhananya adalah bahwa, hidup ini harus bersih. Bersih dalam penampilan, bersih dalam perbuatan, bersih dalam ucapan, dan bersih dalam menjalankan hidup ini. Bersih menjadi the whole of our behavior, bersih menjadi bagian dari seluruh kehidupan kita.

Untuk orang Indonesia yang beriman, terlepas dari apapun bentuk keyakinan yang dianut, maka bukti besarnya keimanan dan keyakinan religius ini, hingga dinyatakan dapal Pembukaan UUD 1945, secara eksplisit dinyatakan pada pasal 29 UUD 1945, bahkan menjadi sila pertama pada filosofi bangsa; Pancasila. Jadi tak ada yang akan membatah bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang berkeimanan dan berkeyakinan terhadap Eksistensi dan Kekuasaan Tuhan, baik secara yuridis, maupun sosiologis.

Kembali pada pokok pemikiran di atas, maka sesngguhnya untuk mencegah penularan Covid-19, salah satunya adalah melalui pola hidup bersih. Pola hidup bersih diawali dari diri sendiri, keluarga, lingkungan terdekat, dan dari ruang kerja masing-masing.

Sebagai muslim, upaya mencegah penularan Covid-19 dapat dilakukan dengan menegakkan substansi ajaran Islam, yaitu mendirikan sholat lima waktu dalam sehari semalam. Tentu, ada yang mempertanyakan, apa hubungannya antara sholat dengan upaya pencegahan penularan Covid-19. Berikut analysis yang dapat disampaikan, sebelum seorang muslim menunaikan sholat, ia berkewajiban mengambil wudhu. Secara fiqih, wudhu berarti membersihkan diri dengan air bersih dan mengalir sebelum menunaikan sholat, dengan langkah-langkah (1) mencuci tangan, (2) berkumur, (3) membersihkan lubang hidung, (4) membasuh wajah, (5) mencuci kedua tangan hingga siku, (6) mengusah kepala, (7) membersihkan kedua telinga, dan (8) mencuci kedua kaki hingga di atas mata kaki. Semua kegiatan tersebut diawali dan diakhiri dengan niat dan doa.

Baik disadari maupun tidak, bahwa Wudhu telah membuat pribadi seorang muslim menjadi selalu bersih. Oleh karena, setiap hari seorang muslim berkewajiban untuk menunaikan ibadah sholat, dan sebelum sholat wajib diawali dengan berwudhu. Kewajiban berwudhu ini, tentu dapat mencegah, atau setidaknya mengurangi resiko penularan Covid-19.

Sahabat Secangkir Kopi Seribu Inspirasi yang Budiman

Mari kita bangun hidup bersih di lingkungan kita, mari kita implementasikan pesan, Kebersihan sebagian dari Iman, dan mari kita tunaikan sholat (berdoa) dengan diawali berwhudu (mensucikan diri), seraya memohon kepada Sang Khaliq, semoga kita selalu djaga dan dijauhkan dari penyakit yang berbahaya. Wallahu ‘alam.

#UPDATE CORONA KALSEL

Slider

Dr. Syaifudin SH. MH.


Dewan Redaksi Duta TV

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *