“JATI DIRI KEBAIKAN ?”

BANJARMASIN-DUTATV.COM Sahabat Secangkir Kopi Seribu Inspirasi, bulan Februari membawa berkah tersendiri kepada saya, disela-sela perhelatan Hari Pers Nasional yang di adakan di Banua Kalimantan Selatan, terdapat beberapa “orang hebat” bisa mampir atau dimampirkan ke warung Secangkir Kopi Seribu Inspirasi, salah satunya adalah SANG PENGGODA INDONESIA, biasa saya panggil Mas Prie GS. Betapa tidak berkah bagi saya, karena beliau ini sudah lama saya ikuti jejak karyanya, baik buku, artikel maupun speakingnya lewat beberapa program, diantaranya Repleksi yang disiarkan jaringan Smart FM, ada semacam kekaguman saya terhadap beliau, sehingga diakui atau tidak, sedikit banyaknya telah mempengaruhi cara berfikirdan bertutur saya.

Sahabat ! Mas Prie GS bukan saja “sang penggoda Indonesia” lewat karyanya, akan tetapi sang penggoda tolen dalam setiap kesempatan, termasuk memuji wanita lain di hadapan isterinya (untuk hal yang satu ini ilmu saya belum sampai he he…), biar isteri saya tahu katanya, sehingga saat memulai pembicaraan saya justeru bertanya kepada isteri beliau, bagaimana bisa hidup damai dengan Mas Prie ini ??? kamipun jadi tertawa, sambil isteri mas Prie juga tersenyum sipu. Sebenarnya saya juga lagi menjadi penggoda, yaitu menggoda isteri beliau, karena kalah ilmu kalau saya langsung menggoda Mas Prie GS.

Sahabat ! terdapat diskusi santai dan penuh goyunan dengan Mas Prie GS malam itu, karena beliau sempat menonton sekaligus mereview acara Secangkir Kopi Seribu Inspirasi yang tayang di dutatv dan youtube dutatv, tentu segala saran dan masukan beliau sangat berharga, namun ada sisi curhat saya kepada beliau  tentang NILAI NILAI KEBAIKAN yang menjadi spirit dan misi saya di acara sksi tersebut.  Mas Prie saat kita mengajak orang pada kebaikan, maka kita punya resiko tidak disukai orang, tapi kalau sebatas kita jadi orang baik saja, kita akan disukai orang, lihat bagaimana orang suka pada Rasulullah, namun saat Rasulullah mengajak kepada “jalan” Islam iapun jadi dimusuhi.

Sahabat ! Mas Prie mengatakan kualitas Rasul tidak sebanding dengan Kualitas kita, karena Rasul sudah dipersiapkan sedemikian rupa oleh Yang Maha Kuasa untuk menyampaikan ajaranNYA, namun untuk kita cukup  menjadi orang baik kalau orang baik itu sudah menjadi prinsip hidup kita atau jati diri kita, pertahankanlah menjadi orang baik itu dimanapun dan diposisi manapun kita berada. Artinya jadikan diri kita itu symbol kebaikan, sekalipun kita tidak berbicara untuk mengajak orang berbuat baik, dan yang harus dicatat adalah “kebaikan yang kita bawa energinya tersebut, tidak mesti membuat orang berubah drastis sebagaimana yang kebanyakan kita mau, akan tetapi kalau saja melihat diri kita orang kemudian menjadi malu berbuat tidak baik atau mengurangi keburukan yang dilakukannya, maka itu sudah berhasil misi yang kita emban.

Sahabat ! Mas Prie GS melanjutkan bahwa terdapat yang luar biasa pada saat kita dapat menunjukan jati diri kita sebagai orang baik, bahkan di tengah-tengah orang yang bisa saja tidak seperti diri kita, yaitu KITA AKAN MENDAPATKAN KEPERCAYAAN dari mereka, artinya kita jangan ikut larut dalam perilaku tidak baiknya, tapi bertahan dengan perilaku baik kita. Kondisi seperti ini terkadang diartikan oleh orang kita tidak menghormati, akan tetapi justeru dengan mempertahankan prinsip kebaikan dalam jati diri kita itu, nanti merekalah yang akan menghormati kita.

Sahabat ! potensi kebaikan sesungguhnya sudah ada dalam diri kita semua, tinggal bagaimana kita mewujudkan kebaikan itu dalam realitas kehidupan, dan saat kita mewujudkannya itu terkadang terdapat hal-hal yang bisa menghambat dan sekaligus bisa menghentikan kita berbuat kebaikan, seperti berbagai sekat yang kita ciptakan sendiri seperti “itu bukan urusan saya”, “saya kan orang terhormat dengan berbagai label”, “ke enakan ia kalau saya tolong” dan seterusnya.  Begitupula saat kita berbuat kebaikan reaksi yang muncul bisa saja bertolak belakang, seperti kita dianggap “sok dermawan”, “sok pintar”, “tidak tahu berterimakasih”, dan seterusnya yang membuat bisa saja kita berhenti berbuat kebaikan.

Sahabat ! oleh karena itu yang namanya kebaikan saat kita wujudkan, berusahalah melepaskan diri dari segala reaksi yang muncul, karena apa yang kita lakukan tidak mengharapkan reaksi dari orang yang lain, melainkan melepaskan energy mulia kita yang diberikan oleh Yang Maha Kuasa, sehingga kita menyandarkannya juga kepada Yang Maha Kuasa. Dititik inilah kebaikan yang kita wujudkan akan membawa kebahagiaan pada diri kita, dan kalau pun nanti ada reaksi positif, maka itu bonus dari perbuatan baik kita, dan kalau ada reaksi negative, maka itu ujian keikhlasan kita.

Sahabat ! sekali lagi misi kebaikan yang saya perjuangkan dalam diri telah mendapat penguatan dari Mas Prie GS, lebih-lebih saat saya tadarus menemukan ayat “SUNGGUH ALLAH MENYUKAI ORANG ORANG YANG BERBUAT BAIK”. Terimakasih Mas Prie GS telah mampir di warung SKSI, semoga Yang Kuasa selalu memberikan kesehatan dan kekuatan untuk terus berkarya mencerahkan kami yang “awam” ini.

Salam Secangkir Kopi Seribu Inspirasi.

#Semakintuasemakinbijaksana

#semakintuasemakinbahagia


Dr. Syaifudin SH. MH.

Dewan Redaksi Duta TV


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *