Jamu Tradisional Anti COVID Asal Kintap Tembus Pasar Eropa

Tanah Laut, DUTA TV — Corporate Social Responsibility CSR PT. Arutmin Indonesia Site Kintap, mendukung Usaha Mikro Kecil Dan Menengah UMKM warga sekitar Kintap Kabupaten Tanah Laut. Bahkan produk jamu tradisional olahan warga yang berawal dari jamu gendong ,saat ini dipasarkan ke level internasional hingga tembus ke Benua Eropa .

Keseriusan CSR PT. Arutmin terlihat dalam pertemuan pengembangan dan pemberdayaan masyarakat yang langsung dihadiri oleh Bupati Tanah Laut Muhammad Sukamta.

Sejumlah UMKM yang dibina oleh CSR PT. Arutmin diantaranya pengembangan usaha jasa menjahit ,budidaya serai wangi, ternak ayam ras petelur ,hingga usaha produksi jamu tradisional . Bahkan untuk produk jamu tradisional dengan kemasan modern hasil olahan ibu nining warga Desa Kebun Raya Kecamatan Kintap kini dipasarkan ke level internasional hingga tembus ke Benua Eropa .

Lihat Juga :  Sukamta Sampaikan Program Unggulan Pemkab Tanah Laut ke DPRD

Sesuai kondisi pandemi Nining mengolah jamu anti COVID yang cukup laris dipesan konsumen, sehingga jamu tradisional produksi Nining diperkenalkan di gerai pameran atau expo di negara Turki. Menurut Nining yang awalnya pada 25 tahun lalu hanya memproduksi dan menjual jamu gendong, namun saat ini dia bisa mempekerjakan lima orang karyawan yang memproduksi 11 varian jamu kemasan. Diantaranya jamu beras kencur, kunyit, manjakani, serta jamu ginseng, yang setiap bulannya rata-rata mampu memproduksi hingga 500 Kg jamu.

Lihat Juga :  Puluhan Warga Takisung Terima Sertifikat Tanah PTSL

“Awalnya tahun 95 menjual jamu gendong, saya berpikir jamu gendong tradisional bisa diangkat lebih nasional supaya pemasaran meluas. Alhamdulillah dengan digandeng CSR Arutmin Jamu kami bisa tembus ke luar negeri, memang sebelumnya ada impian jamu saya bisa go internasional kemudian bisa ikut expo di Turki. Ada 11 item Jamu Produksi Kami, Unggulannya ada Jamu Jahe merah instant, beras kencur , kunyit , manjakani, ginseng, dan yang terbaru sesuai kondisi saat pandemi saya mengolah ramuan anti covid, Sesuai permintaan setiap bulan saat ini bisa tembus 500 kilo “. Ungkap Nining.

Sementara Bupati Tanah Laut Muhammad Sukamta menyatakan mendukung produksi Jamu lokal dari Bumi Tuntung Pandang untuk dipasarkan ke Luar Negeri.

Lihat Juga :  Awal Ramadhan 1442 H Harga Sembako di Pasar Pelaihari Relatif Stabil

” Saya sangat mendukung untuk promosi Jamu Tradisional yang diproduksi warga lokal dari Kintap untuk dipasarkan internasional. kita akan buka jaringannya..kita perlu bahan baku yang banyak terutama jahe merah , sedangkan untuk masuk eropa kita melalui turki dulu agar bisa lebih cepat lagi”,Ujar Kamta.

Pihaknya turut mengapresiasi UMKM jamu hasil produksi warga Kintap, yang mampu menembus Pasar Eropa. Sukamta berharap, dengan geliat produksi jamu di wilayah Kintap akan menimbulkan multi efek positif bagi usaha lainnya di Tanah Laut, terutama untuk pengadaan bahan baku jamu agar di tanam oleh petani lokal.

Reporter : Suhardadi.

Rahmatillah


Editor & Uploader

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *