Delegasi FFI Colorado & Jepang Pelajari Konservasi Berbasis Komunitas di Arboretum Ayu Tirta

Kabupaten Banjar, Duta TV — Delegasi Friendship Force International (FFI) dari Colorado, Amerika Serikat, dan Jepang mempelajari model konservasi berbasis komunitas yang dikembangkan secara swasta di Arboretum Ayu Tirta, Kamis pagi (6/8/2026).
Kedatangan para delegasi FFI ini sekaligus memperkuat persahabatan lintas negara lewat aksi nyata menjaga bumi. Para delegasi diajak mengenal kawasan arboretum yang sejak tahun 2012 dikembangkan sebagai pusat konservasi berbagai jenis pohon khas Nusantara.
Saat ini, arboretum seluas delapan hektare ini mengoleksi lebih dari 250 spesies tanaman, didominasi jenis pohon keras lokal yang mulai langka.
Ketua FFI Banjarmasin mengatakan, pihaknya sengaja mengajak delegasi dari mancanegara ke Arboretum Ayu Tirta karena berbeda dengan destinasi wisata pada umumnya. Pasalnya, kawasan ini dibangun sebagai ruang edukasi dan konservasi yang dikelola secara swasta untuk kepentingan masyarakat, bukan tujuan komersial.
“Kalau biasanya kalau untuk traveling mereka kan selalu memilih tempat-tempat objek wisata ya. Tapi kalau kita maunya ada yang edukasi. Karena pelestarian, diolah secara privat ya, jadi cocoklah kita bawa ke sini dan mereka suka,” jelas Jeanne ketua FFI Banjarmasin.
Tidak hanya melihat langsung kawasan konservasi, para delegasi juga mengikuti kegiatan penanaman pohon sebagai simbol kepedulian terhadap lingkungan. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Friendship Force International yang mengintegrasikan nilai pelestarian lingkungan dalam setiap program pertukaran budaya dan persahabatan antarbangsa.
“Saya sangat, sangat terkesan. Menurut saya ini adalah sebuah proyek yang luar biasa. Saya menyukai kenyataan bahwa ini merupakan proyek berbasis komunitas, bukan proyek komersial. Menjaga keanekaragaman hayati dan melestarikan spesies-spesies lokal adalah hal yang sangat penting dan sangat dekat di hati saya. Saya sangat senang bisa berada di sini,” ucap Mr. Adam Koons Deligasi FFI Jepang dalam bahasa Inggris.
Founder Arboretum Ayu Tirta, Chendrawan Sugianto, mengatakan kunjungan ini menjadi kehormatan sekaligus bukti bahwa gerakan konservasi yang dilakukan masyarakat mampu menarik perhatian komunitas internasional. Ia berharap arboretum yang saat ini menjadi rumah bagi ratusan spesies tanaman Nusantara dapat terus berkembang hingga menyerupai ekosistem hutan sekunder dan menjadi laboratorium alam bagi generasi mendatang.
“Tentu satu kehormatan dan kebanggaan bagi kita. Ini kali pertama mereka sampai ke Banjarmasin. Kegiatan penanaman pada pagi hari ini menandakan bagaimana mereka sangat paham tentang konservasi, bagaimana satu pohon ditanam, bagaimana alam mencari keseimbangan, dan bagaimana isu global warming yang sangat mengglobal hari-hari ini.” ungkapnya.
Selain Arboretum Ayu Tirta, pengusaha air minum dalam kemasan ini juga mengembangkan sejumlah kawasan konservasi lain di Kalimantan Selatan sebagai bagian dari gerakan penghijauan dan pelestarian spesies lokal. Persahabatan internasional yang dibangun melalui Friendship Force International diharapkan tidak hanya menghadirkan pertukaran budaya, tetapi juga melahirkan kolaborasi nyata dalam menjaga keanekaragaman hayati.
Reporter: Evi Dwi Herliyanti





