Imbas Harga Cabai, Pendapatan Warung Makan Berkurang

Banjarmasin, DUTA TVMahalnya harga cabai dipasaran, berdampak pada salah satu warung makan di kawasan Teluk Tiram ini, karena menu ayam geprek dan beberapa menu lain yang disediakan di warung ini, cukup banyak menggunakan bahan baku cabai.

Pemilik warung harus memutar otak, untuk menutupi biaya produksi di warung ini.

Meski belum menaikkan harga makanan yang ditawarkan, namun pemilik warung mengurangi porsi sambal yang diberikan ke pelanggannya. Bahkan karena tetap memberlakukan harga yang sama untuk setiap menu di warung ini, pemilik Warung Gina mengaku pendapatannya kini tak seperti sebelumnya, atau saat harga cabai masih normal. Kenaikan harga cabai sudah terjadi sebelum perayaan natal kemarin.

“Kalau sekarang memang terdampak, dari natalan kemarin memang ada turun naik, harga di warung sendiri tidak bisa mengurangi. Kan menunya ayam geprek kadang minta sambalnya banyak, kalau sedikit digratiskan, kalau banyak dijuali. Ya sedikit terbebani lah jadinya kan, pendapatan juga berkurang,” tutur Gina, pemilik warung makan.

Gina
Gina

Gina berharap harga cabai kembali normal, agar pendapatan mereka kembali normal, dan tidak membebani dirinya lagi. Biasanya untuk harga normal satu kilo cabai yang dirinya perlukan hanya 20 ribu perkilo.

Reporter : Zein Pahlevi – Fadli Riski

Saksikan terus program-program unggulan Duta Televisi live di sini

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *