Wisuda 407 Mahasiswa, UNBL Perkuat Mutu Pendidikan untuk Cetak Lulusan Berdaya Saing

Banjarmasin, Duta TV — Wisuda ke-8 Universitas Borneo Lestari atau UNBL Banjarbaru menjadi momentum bagi perguruan tinggi ini untuk terus meningkatkan mutu pendidikan dan kualitas lulusan.

Sebanyak 407 wisudawan dari delapan program studi resmi diwisuda dalam prosesi yang berlangsung di salah satu hotel di Banjarbaru, Kamis (22/10/2026) siang.

Rektor UNBL, Dr. Ir. Neni Widaningsih menyampaikan, pihaknya terus berupaya memperbaiki tata kelola dan meningkatkan kualitas pelayanan untuk mencetak lulusan yang kompeten, berdaya saing, serta mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Pada tahun 2026, UNBL memperkuat implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, yang meliputi pendidikan dan pengajaran, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat.

Selain itu, mahasiswa juga dibekali sertifikat uji kompetensi sebagai salah satu modal untuk meningkatkan daya saing di dunia kerja.

“Harapannya lulusan ini bisa berdaya saing, kompeten, dan berdampak bagi masyarakat. Operasional di tahun 2026 ini yaitu penguatan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Insyaallah lulusan ini bisa bersaing di tingkat nasional, karena mereka sudah dibekali dengan sertifikat uji kompetensi,” kata Dr. Ir. Neni Widaningsih.

Ketua Yayasan UNBL, Drs. H. A. Yanie, M.Si. menambahkan, kompetensi lulusan tidak hanya diukur dari kemampuan akademik, tetapi juga keterampilan komunikasi, manajemen, dan pengalaman berorganisasi.

Karena itu, mahasiswa didorong untuk aktif mengikuti berbagai kegiatan di luar perkuliahan, guna meningkatkan keterampilan dan kesiapan menghadapi dunia kerja.

“Kalau yang sudah mengikuti uji kompetensi, mereka bisa bekerja di mana saja. Saat ini tidak hanya akademik yang dilihat, tetapi juga bagaimana komunikasinya dan manajemennya. Kami sering mengimbau kepada mahasiswa untuk mengikuti kegiatan di luar perkuliahan,” ujar Drs. H. A. Yanie, M.Si.

Salah satu wisudawan terbaik, Dewi Putri Musdalifah mengungkapkan rasa bangganya dapat menyelesaikan pendidikan di UNBL. Menurutnya, dukungan kampus tidak hanya diberikan dalam bidang akademik, tetapi juga melalui kegiatan nonakademik.

“Bangga bisa kuliah di UNBL, tidak hanya ditunjang dari segi akademik, tetapi kegiatan nonakademik juga didukung,” tutur Putri Musdalifah.

Di sisi lain, UNBL terus mendorong peningkatan mutu melalui penguatan akreditasi program studi.

Saat ini, UNBL memiliki sepuluh program studi yang tersebar di tiga fakultas, dengan 60 persen program studi terakreditasi Baik dan 40 persen terakreditasi Baik Sekali.

Sementara itu, program studi Pendidikan Profesi Apoteker atau PSPPA sedang menjalani proses reakreditasi.

Melalui berbagai upaya tersebut, UNBL berharap dapat terus meningkatkan kualitas pendidikan, menghasilkan lulusan yang kompeten, serta mampu bersaing di tingkat nasional dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Reporter: Nina Megasari

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *