Vihara Buddhayana, Satu-satunya Pusat Peribadatan Buddha di ‘Kota Idaman’

Banjarbaru, Duta TV — Di tengah hiruk pikuk Kota Banjarbaru, terdapat sebuah tempat untuk mencari kedamaian yang menjadi denyut nadi kehidupan spiritual bagi umat Buddha.
Vihara Buddhayana Banjarbaru menjadi wujud nyata dari kerukunan dan semangat kedamaian yang mengakar bagi umat Buddha di Kota Idaman.
Kisah berdirinya Vihara Buddhayana Banjarbaru ini tidak lepas dari keinginan umat Buddha, khususnya di wilayah Banjarbaru dan Martapura, yang bercita-cita untuk memiliki sebuah rumah ibadah.
Kemudian, seorang umat dengan tulus menghibahkan sebidang tanahnya untuk dibangun vihara dan demi kepentingan keagamaan umat Buddha. Pelepasan hak milik pribadi demi kepentingan bersama ini menjadi fondasi awal berdirinya tempat suci umat Buddha ini.
Akhirnya, pada tahun 2022 lalu, sebidang tanah dibangunlah vihara sebagai pusat pembinaan moral dan spiritual umat Buddha di Banjarbaru. Dengan adanya vihara ini, diharapkan agar memudahkan ibadah bagi umat Buddha di Banjarbaru untuk meneladani Buddha dalam menebar kedamaian.
“Awalnya dibangun vihara ini karena ada salah satu umat yang menghibahkan tanah dan kemudian secara sumbangan dari para umat untuk pelan-pelan membangun vihara serta ada sumbangan dari umat dari agama lain,” ungkap Darsono, Ketua Vihara Buddhayana Banjarbaru.
Melalui Vihara Buddhayana Banjarbaru ini, diharapkan para umat Buddha bisa menebar kasih sayang dan meneladani suri teladan Guru Buddha tanpa memandang perbedaan dan menuju pembebasan sejati.
Sramanera Erwin, tokoh agama Buddha, menyampaikan kepada seluruh umat Buddha di Banjarbaru dan Martapura agar bersama-sama menyebarkan rasa welas asih kepada seluruh umat sesuai dengan ajaran dari Guru Buddha, tanpa memandang perbedaan untuk mencapai kedamaian sejati.
Sebagai satu-satunya tempat ibadah umat Buddha di Banjarbaru, Vihara Buddhayana Banjarbaru dapat menampung hingga 60 umat Buddha yang hendak beribadah. Tempat ini juga rutin menggelar Kathina sebagai peringatan penting dalam agama Buddha yang menandai berakhirnya masa Vassa untuk menuju kedamaian batin.
Reporter: Suhardadi





