Tak Ada Biaya, Nenek Rabiatul Harus Tinggal di Rumah Tak Layak Huni

DUTA TV BANJARMASIN – Beginilah kondisi rumah nenek rabiatul warga jalan kelayan a dalam RT 18 Banjarmasin Selatan, lantai yang lapuk serta dinding dan atap berlobang mewarnai seisi rumah nenek berusia 66 tahun tersebut.

Ia  hidup tak sebatang kara, disini ia tinggal dengan sang suami bernama rusli yang kini sakit, serta anak tunggalnya Muhammad Iqbal yang telah mengidap depresi kurang lebih 11 tahun terakhir.

Lihat Juga :  Jasa Raharja Kalsel Serahkan Donasi dan Bangun Family Shelter untuk Korban Banjir di HST

Di tempat tinggalnya ini, hanya kamar tidur berukuran kurang lebih 2 x 3 meter, yang dapat ia tempati sebagai wadah berisitirahat.

Keseharian nenek Rabiatul hanya bisa berharap adanya bantuan para tetangga lantaran sudah tak mampu lagi bekerja diusianya yang sudah renta ini.

Nenek rabiatul mengakui penghasilan tambahannya saat ini hanya dari sewa toko sebagian bangunan rumahnya kepada orang lain, sebesar Rp 500.000 perbulannya.

Lihat Juga :  Paman Birin Bagi Sembako Sambil Mewarung

“Sudah lama beberapa tahun terakhir, sudah tidak bisa memeperbaiki lagi karena tidak ada dana dan tidak ada juga yang bisa memperbaiki,” jelas Rabiatul.

Keluarga nenek Rabiatul mengaku telah terdaftar dalam program keluarga sejahtera, dan indonesia sehat, serta jaminan sosial, namun hingga kini ia hanya mendapatkan bantuan berupa beras saja setiap bulannya.

Lihat Juga :  Paman Birin Bagi Sembako Sambil Mewarung

 

Reporter : Nina Megasari

Redha Aulia R


Uploader.
Follow Me:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *