“SPIRIT PELAYANAN”

BANJARMASIN-DUTATV. Sahabat Secangkir Kopi Seribu Inspirasi, dari tadi malam sampai pagi ini Banjarmasin diguyur hujan, udaranya pun terasa sejuk sehingga saya memakai switer yang lama tidak saya pakai, agenda saya yang pertama adalah ke Bank karena ada notifikasi untuk perubahan kartu debet saya yang sudah mesti diganti dengan kartu baru agar sistem kemanan  lebih baik. Lama memang saya tidak bertandang ke Bank ini, karena transaksi yang saya lakukan via ATM dan Mobile Banking berjalan sangat lancar, sehingga saya tidak merasa perlu datang ke Bank tersebut. Akan tetapi disuasana pagi yang dingin ini saya melangkahkan kaki naik ke lantai 3 gedung BCA Lambung Mangkurat, dan saya tersadar ternyata bank ini menerapkan standar pelayanan yang memikat hati, sehingga membuat saya terkesan, sekaligus menghangatkan susana batin saya.  Hal inilah yang mengispirasi saya untuk menulis SPIRIT PELAYANAN, sekaligus minta ijin kepada sahabat semua untuk menceritakannya.

Sahabat ! “melayani” adalah salah satu karakter  profesional yang sangat penting dan bahkan sebagai “ultimate meaning” dari seorang profesional, dan sesungguhnya pelayanan ini bukan hanya melekat dari seorang profesional, akan tetapi melekat kepada kita sebagai “human” (manusia) bayangkan saja seluruh aspek kehidupan kita ini pada dasarnya adalah memberikan pelayanan, pelayanan kepada pelanggan, pelayanan kepada suami atau isteri, pelayanan terhadap tamu, pelayanan terhadap keluarga, pelayanan terhadap sahabat, dan pelanan terhadap atasan, pelayanan terhadap bawahan, pelayanan terhadap masyarakat atau pelayanan terhadap rakyat, dan seterusnya.

Sahabat ! berarti sesungguhnya hidup kita ini adalah melayani, karena melayani ini selaras dengan takdir alam semesta, bukankan bumi, langit dan segala isinya ini pada hakikatnya adalah ditujukan eksistensinya untuk melayani manusia, sehingga termasuk kita didalamnya juga berada dalam arus melayani ini. Secara singkat dapat saya katakan bahwa manusia berada dalam poros melayani siklus kehidupan ini sehingga menciptakan harmoni kehidupan yang dinamis.

Sahabat ! siapapun kita konsekwensinya akan selalu berada dalam lingkaran antara melayani dan dilayani, saat kita berada pada posisi dilayani, maka sesungguhnya kita adalah melayani, begitu pula sebaliknya. Sebagai contoh saat saya membikinkan kopi bagi para sahabat, maka saya dalam posisi melayani, sedangkan sahabat berada pada posisi dilayani, tetapi secara bersamaan posisi dilayani itu menjadikan sahabat sebagai posisi melayani saya dalam bersama-sama minum kopi.

Sahabat ! yang lebih dahsyat lagi kalau kita “transedentalkan” atau “abstraksikan” bahwa sesungguhnya melayani dengan tulus adalah bernilai ibadah, bukankah menyenangkan hati orang lain, berbuat baik, membantu sesama, memudahkan urusan orang lain, menebar kebaikan dan seterusnya adalah ibadah sehingga kita menerima ganjaran pahala dan berkah kehidupan atas semua yang kita lakukan itu.

Sahabat ! dengan memandang pelayanan sebagai ladang ibadah akan menghantar jiwa dan perasaan kita yang tulus dalam melayani sesama, pelayanan yang terbaik kita lakukan tidaklah hanya didorong oleh SOP (standar operasional perusahaan) atau standar lembaga, melainkan sebagai refleksi dari sifat kemanusiaan kita.  Bukankah sesungguhnya Yang Maha Kuasa pun telah melayani kita dengan anugerah kehidupan dan anugerah fasilitas hidup lain yang diberikanNYA kepada kita semua, sehingga kita bisa beraktivitas dan berkarya dalam hidup ini.

Bagaimana dengan sahabat semua, sudahkah kita mempunyai karakter melayani dengan spirit ibadah ? terimakasih atas pelayanan Mba Bella dan Tim di Lantai 3 gedung BCA Lambung Mangkurat Banjarmasin, moga terus dipertahankan spirit melayaninya, karena kita semua adalah pelayan kehidupan.

Salam Secangkir Kopi Seribu Inspirasi.

#Semakintuasemakinbijaksana

#semakintuasemakinbahagia

Dr. Syaifudin SH. MH.


Dewan Redaksi Duta TV

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *