Permudah Kunjungan Industri, Poliban Usulkan Angkutan Bus di RKBMN

BANJARMASIN, DUTA TV Politeknik Negeri Banjarmasin mengusulkan pengadaan angkutan bus dalam Rencana Kebutuhan Barang Milik Negara atau RKBMN.

Rencana itu disusun bersama ratusan perguruan tinggi di Indonesia, dibimbing oleh Sekretariat Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi atau Setditjen Dikti.

Direktur Poliban, Joni Riadi, mengatakan bahwa dalam penyusunan RKBMN, pihaknya memasukkan item angkutan bus sebagai sarana transportasi bagi mahasiswa untuk melakukan kunjungan industri.

Berdasarkan kebutuhan, Poliban memerlukan dua unit bus, mengingat kendaraan yang saat ini digunakan sudah tidak layak.

Ia bersyukur Kalimantan Selatan, khususnya Poliban, menjadi tempat berkumpulnya perguruan tinggi se-Indonesia untuk menyusun RKBMN sebelum nantinya diusulkan dalam Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga atau RKA-KL tahun 2027.

Selain menjadi sarana promosi wisata Kalsel, kegiatan ini juga menjadi kesempatan bagi Poliban untuk menyampaikan secara nyata kebutuhan kampus dalam memberikan pelayanan pendidikan vokasi kepada mahasiswa.

Kendati begitu, masih banyak kebutuhan lain yang akan dimasukkan Poliban dalam RKBMN agar proses pembelajaran dapat terus berkembang.

Sementara itu, perwakilan dari Setditjen Dikti mengatakan bahwa usulan yang masuk akan dipilah dan diseleksi berdasarkan prioritas, mengingat pemerintah pusat telah memberlakukan efisiensi anggaran.

“Sebenarnya cukup banyak, salah satunya misalnya kita ingin mengusulkan bus untuk mahasiswa. Tentunya masih banyak lagi kebutuhan lain terkait pelayanan. Ini bukan karena keinginan, tapi untuk pelayanan. Misalnya mahasiswa melakukan kunjungan industri, kita perlu bus itu. Perlu kita usulkan tadi dalam RKBMN untuk anggaran 2027,” ungkap Joni Riadi.

“Alhamdulillah pesertanya banyak sekali, seingat saya ada 50 perguruan tinggi dan 48 hadir luring. Alhamdulillah semula peserta 80 jadi 116, artinya ini daya tarik tersendiri untuk Kalsel. Harapannya kegiatan ini berjalan sukses dan sesuai dengan yang kita inginkan, serta menjadikan perguruan tinggi kita semakin berkualitas,” lanjutnya.

“Karena ada efisiensi, kita harus bisa mensinkronkan. Bagaimanapun yang mengetahui kebutuhan BMN itu pengelola BMN, tapi yang tahu ketersediaan anggaran teman-teman di perencanaan,” kata Rika Susanti, Kabag Keuangan & Umum Setditjen Dikti.

Kegiatan penyusunan RKBMN yang dibuka secara langsung oleh Direktur Poliban ini dilaksanakan selama tiga hari.

Penyusunan RKBMN merupakan kegiatan tahunan di mana seluruh perguruan tinggi memaparkan kebutuhan kampusnya masing-masing kepada Kementerian Pendidikan, Sains, dan Teknologi.

Reporter : Evi Dwi Herliyanti 

Helman

Uploader.

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *