Inspirasi

“NEKAT DAN SMART  ???”

BANJARMASIN-DUTATV. Sahabat Secangkir Kopi Seribu Inspirasi, judul ini terasa lucu karena memang lahir dari obrolan dua orang sahabat MAWADAN 87, antara Mas Purnomo dan Mas Tjipto Sumadi, ceritanya sahabat kita Mas Purnomo ini mau menulis buku tentang perjalanan hidupnya dengan judul “PERJALANAN SANG PENJAGA UDANG MENJADI SETENGAH AHLI KOPI” dan meminta dukungan moril kepada para sahabat agar dia bisa segera merampungkan buku tersebut, dikatakan oleh Mas Purnomo “ karena saya bukan seorang akademisi, saya akan menulis dengan gaya berkisah, dan pembacanya akan mendapatkan “knowlegde tentang kopi, teori marketing, branding dan public relation, serta leadership dan wisdom”.

Sahabat ! tentu saja keinginan Mas Purnomo ini mendapat dukungan dari Sahabat MAWADAN di seluruh Indonesia, namun yang menarik Mas Purnomo kemudian berkata yang intinya “ini rencana yang NEKAT karena mesti dikerjakan dalam waktu dengan target selesai bulan Juni 2020”. Istilah nekat inilah yang dokementari oleh Mas Tjipto Sumadi “ ORANG NEKAT LEBIH BERHASIL DARI ORANG SMART”, tapi tentu saja Mar Purnomo ini juga adalah orang smart (buktinya tahun 1987 terpilih menjadi mahasiswa teladan nasional), sehingga Mas Purnomo ini lebih tepat disebut ORANG NEKAT DAN SMART alias “NEKSMART”.

Sahabat ! petuah-petuah motivasi sering bertutur bahwa “kalau ingin memakan gajah, maka tidak mungkin kita bisa menelah secara langsung satu ekor gajah tersebut”, oleh karena kita mesti memotong-motong daging gajah itu menjadi bagian-bagian potongan kecil, dan bagian potongan kecil inilah yang akan kita makan setiap harinya, sehingga nanti tokh akhirnya daging se-ekor gajah yang besar dan menjadi potongan kecil itupun akan habis kita makan.

Sahabat ! begitu pula sering dikatakan bahwa “jutaan kilometer akan ditentukah oleh langkah pertama” artinya kalau kita mau menempuh perjalanan yang jaraknya sejauh jutaan kilometer sekalipun, akan dimulai dengan langkah pertama atau tepatnya selangkah demi selangkah akan kita lakukan. Dengan berjalan selangkah demi selangkah itulah nanti akhirnya jarak yang sangat jauh itu dapat kita tempuh atau dapat kita capai, artinya pasti dimulai dengan melakukan “action” pada langkah pertama tersebut terhadap tujuan yang ingin dicapai, kemudian secara bertahap dan konsisten kita lakukan untuk mencapainya sampai tujuan itu tercapai.

Sahabat ! pada beberapa kesempatan saya mengajar di program pascasarjana Universitas Islam Antasari Banjarmasin  dan Program Pascasarja Sekolah Tinggi Sultan Adam Banjarmasin sering menerima keluhan mahasiswa tentang “tesisnya yang tidak selesai selesai atau lambat selesai”, lantas saya pun mengatakan bahwa TESIS YANG BAIK ADALAH TESIS YANG SELESAI.  Dalam hal ini bukan bermaksud merendahkan kualitas yang ingin di tulis, akan tetapi idealisme kita menulis terkadang membuat perasaan kita tidak puas terhadap apa yang kita tulis, karena itu saat mengerjakan tulisan sering kita rubah dan coret lagi sehingga tidak selesai-selesai, oleh karena itu menurut saya selesaikan saja dengan kondisi keilmuan pada saat kita menulis, dan  tulisan itupun dapat kita rampungkan.

Sahabat ! berbeda lagi saat saya mengajar di jenjang strata satu Fakultas Hukum ULM, saya menasehati para mahasiswa yang menulis skripsi itu untuk membuat satu tulisan dan memajang di dinding  tempat tidur “SAYA TIDAK AKAN TIDUR HARI INI SEBELUM MENULIS SATU HALAMAN”. Coba sahabat bayangkan berdasarkan pengalaman saya menulis skripsi dan tesis serta disertasi, maka satu halaman satu hari tersebut menghasilkan 30 halaman dalam satu bulan, dan ajaibnya hasil yang didapatkan bukan 30 halaman, tetapi bisa mencapai 40 sampai 50 halaman, karena saat satu minggu kita menulis satu halaman satu hari, maka diminggu kedua tulisan kita tambah lancar, sehingga satu harunya dapat 2 halaman bahkan lebih, begitulah seterusnya dampak dari kontinyu menulis.

Sahabat ! oleh karena itu saya sangat setuju apa yang dikatakan oleh Mas Purnomo dan Mas Tjipto Sumadi  menulis atau menghasilkan karya apapun BUTUH KENEKATAN, dan NEKAT inilah yang merubah dari yang sulit akan menjadi mudah dan memang terasa berat di awalnya akan tetapi saya yakin seterusnya akan mudah dan bahkan kalau menulis itu menjadi passion kita, maka kitapun akan ketagihan.

SELAMAT MENULIS SAHABAT, DARI PENJAGA UDANG MENJADI SETENGAH AHLI KOPI, dan jujur saya katakan Mas Purnomo adalah guru saya dibidang perkopian, sehingga saya kini adalah SEORANG AHLI HUKUM MENJADI SEPERDELAPAN  AHLI KOPI, dan racikan saya sudah bisa dinikmati dalam secangkir kopi seribu inspirasi ini.

Salam Secangkir Kopi Seribu Inspirasi.

#Semakintuasemakinbijaksana

#semakintuasemakinbahagia


Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *