Duga Kematian Anak Janggal, Orang Tua Minta Kasus Diusut

HSU, DUTA TV — Kasus Tewasnya seorang remaja berinisal IM berusia 13 tahun usai bermain bersama rekannya menyisakan tanda tanya besar.

IM yang merupakan warga Desa Palimbangan tersebut ditemukan tak bernyawa di sebuah gubangan di Desa tersebut, pada (12/11) lalu.

Namun kematian IM ini disebut pihak keluarga janggal. Remaja yang merupakan putera dari anggota lesgilatif di HSU, itu tak disangka tewas di gubangan yang dalamnya hanya 20 cm.

“Alhamdulillah hari ini beberapa saksi diperiksa oleh jajaran rekrim Polres Hulu Sungai Utara, terkait dengan penyelidikan peristiwa penganiayaan ananda alm IM, jadi kami telah cek ke TKP, memang rasa ada kejanggalan, dimana air posisi 20 cm, tidak mungkin anak yang tinggi ± 155 cm tenggelam, ia bisa berenamg, kami tetap support Polres Hulu Sungai Utara untuk mengungkap secepat-cepatnya, agar tersangka segera ditemukan” tutur Kuasa Hukum keluarga korban, Nur Wahid, Rabu (17/11).

Pada saat kejadian, diketahui IM pergi naik sepeda bersama rekannya FS.

Saat bersepeda berdua, IM dan FS berniat mengambil bebek di gubangan tersebut.

Namun penanjak perahu yang ditumpangi IM dan FS patah, IM lantas tercebur ke gubangan sedangkan FS melanjutkan kayuhan perahunya.

IM sempat berenang menepi, ia melemparkan sendalnya ke perahu. Namun FS yang pada saat itu sudah berada di atas pohon sawo menyebut sendal IM tidak masuk ke dalam perahu.

IM pun masih berusaha menangkap bebek dam memasukan sendalnya ke perahu.

Dari hasil olah TKP masih ditemukan sendal korban di perahu yang digunakan untuk menangkap bebek tersebut.

Kasus ini pun masih dalam proses penyelidikan Satreskrim Polres Hulu Sungai Utara.

Tim Liputan

Asiah

Uploader.

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *