Inspirasi

“ANTARA MASUK DAN KELUAR ?”

BANJARMASIN-DUTATV. Sahabat Secangkir Kopi Seribu Inspirasi, siang ini saya kedatangan tamu dua orang sahabat muda dari BCA Banjarmasin (Pak Dedi Witardi dan Mba Bella), dan menjadi kebanggaan saya untuk meracikan kopi Paman Birin terhadap dua tamu saya ini.  Sambil meracik dan menyeduhkan kopi tersebut, mengalirlah pembicaraan inspiratif tentang berbagai hal yang menyangkut aktivitas kami di duta tv dan aktivitas dunia perbankan, dan hal inilah yang mengingatkan saya kembali karya tesis dibidang hukum perbankan saat menenpuh jenjang Strata 2 di Pascasarjana Unair tahun 1999.

Sahabat ! karena yang saya teliti adalah asas hukum perbankan, maka disana sini masih bisa update dengan regulasi perbankan sekarang, akan tetapi dari sisi teknis yang di atur oleh OJK dari perkembangan teknologi perbankan sekarang ini, maka implementasi normatif asas kehati-hatian dan kesehatan bank sudah banyak mengalami perubahan. Namun dikesempatan ini saya tidak bermaksud membahas perkembangan dunia perbankan, namun ada sisi yang menarik dari bisnis jasa perbankan ini, yaitu sisi usaha untuk menghimpun dana dan sisi menyalurkan dana, sehingga prinsipnya usaha perbankan itu berada dalam dua sisi ini, yaitu usaha yang terkait dengan menghimpun dana seperti dalam bentuk tabungan dan deposito dan sisi usaha menyalurkan dana seperti dalam bentuk kredit, hebatnya dari hasil selisih “bunga” menghimpun dana dengan menyalurkan dana itulah yang menjadi keuntungan bisnis perbankan (bank konvensional).

Sahabat ! menghimpun dana adalah hulu atau awal usaha, sedangkan menyalurkan dana adalah hilir atau ujung usaha di bidang perbankan tersebut.  Dari sinilah sesungguhnya bicara hulu dan hilir ini sebenarnya memasuki dunia “hakikat kehidupan”, yang selalu bertutur kepada kita bahwa pada “setiap awal tentu ada ujung atau akhir”, “kalau ada permulaan akan ada akhirnya”, “setiap ada pertemuan terdapat perpisahan” dan seterusnya.

Sahabat ! lebih konkret lagi kalau mengamati dan merenungkan diri kita, bukankah setiap yang kita makan (awal atau entri) kemudian kita akan keluarkan lagi (out=baung air), setiap kita menarik nafas kemudian kita keluarkan lagi nafas itu, setiap kali kita membuka mata kemudian ada saatnya kita memejamkan mata kita, inilah yang kita sebut antara awal dan akhir itu suatu keniscayaan dalam kehidupan.

Sahabat ! lantas apa yang terjadi kalau hanya ada awal saja tanpa ada akhirnya, hanya tarik nafas tanpa mengeluarkannya, hanya makan saja tanpa bisa membuang makanan tersebut ??? tentu kita bisa membayangkan atau bahkan merasakannya sebagai suatu kondisi yang tidak normal dan akan mengakibatkan kita sakit atau bahkan meninggal dunia.  Dengan demikian kita bisa mengatakan bahwa adanya awal dan akhir itu sesungguhnya adalah untuk kesempurnaan hidup kita sendiri, dan begitu juga kalau kita umpamakan mendapatkan harta sebagai faktor entri, maka kita harus mengeluarkannya dalam berbagai bentuk seperti zakat, infaq dan sedekah yang tujuannya adalah menyeimbangkan dan menyempurnakan kehdupan harta kita tersebut.

Sahabat ! yang kita bisa ambil manfaatnya adalah jeda antara awal dan akhir tersebut, kalau bank jedanya mengambil keuntungan dari uang nasabah dari proses usaha bank memberikan jasa dari proses penerimaan dana sampai kepada penyaluran dana, maka sesungguhnya menikmati kehidupan kita adalah jeda dari tarikan nafas sampai ke mengeluarkan nafas tersebut dengan mendapatkan oksigen, jeda antara makan dengan buang air, yang mana kita akan mendapatkan nutrisi untuk semua organ tubuh kita.

Sahabat ! jadi adakah masih diantara yang hanya berfikir menerima saja tanpa mau mengeluarkannya? dari sejak kita lahir sampai kita meninggal dunia. Ingat pada jeda yang kita sebut dengan kehidupan itulah kita bisa menjadi sebaik-baiknya manusia, yaitu menjadi manusia yang bermanfaat bagi manusia lainnya.

Salam Secangkir Kopi Seribu Inspirasi.

#Semakintuasemakinbijaksana
#semakintuasemakinbahagia


Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *