RENUNGAN MENJELANG PEMILU 2019 “PERSAHABATAN ITU LEBIH INDAH DARI PADA BERMUSUHAN”

DUTATV-BANJARMASIN. Sahabat Secangkir Kopi Seribu Inspirasi, ijinkan kali ini saya bicara tentang persahabatan, istilah dan kata “persabatan” ini bukanlah hal yang baru dan kitapun sudah akrab dengan istilah “persahabatan” ini, namun kali ini ada suasana dan momentum yang sangat baik untuk kita merenungkan kembali istilah atau kata persahabatan ini. Cerita tentang persabahatan ini saya mulai dengan kata-kata dari sosok sahabat kami di Mawadan (Kelompok Alumni Mahasiswa Teladan Angkatan Tahun 1987) yang bernama FRANS LEMBURAYA beliau ini Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) dua preode dan sekarang Pemimpin Partai besar di NTT, beliau mengatakan “BERSAHABAT ITU LEBIH INDAH DARI PADA BERMUSUHAN” yang diucapkan saat sambutan pada suatu reuni Mawadan.

Sahabat! kita menyadari sepenuhnya ditahun-tahun politik menjelang Pemilu Presiden dan Pemilu Legislatif sekarang ini telah terjadi ketegangan sosial (social strain), baik itu didunia nyata, maupun di dunia maya, banyak terjadi hujatan-hujatan dimedia sosial kita, banyak diskusi-diskusi yang saling “menyerang dan menyakiti” hanya karena perbedaan pilihan atau jagoannya dalam pemilihan Presiden dan Partai serta Pigur yang dicalonkan, akibatnya terasa sekali suasana yang seolah-olah kita ini menjadi “terpecah” atau bahkan “runtuh” dengan simbol-simbol sosial yang dibawa saat memperjuangkan sang calon tersebut. Saking serunya perseteruan itu, seolah olah melupakan sumpah yang diutarakan oleh pemuda kita dulu, bahwa kita ini satu bangsa, satu bahasa dan satu tanah air, dalam wadah negara kesatuan Republik Indonesia.

Suasana Kebersamaan Mawadan 87 pada Resepsi Perkawinan Anak Sahabat Mawadan di Malang 20 Januari 2019.

Sahabat ! kalau kita mau menarik diri dari kubu kubu yang bertengkar itu dan memandang dari sudut pandang “penonton” yang netral, tidak ikut emosional, maka kita dapat menikmati adanya “permainan politik” di kubu-kubu tersebut. Hasilnya kita bisa menyadari bahwa (1) Pertarungan politik adalah kewajaran dalam demokrasi yang pestanya dilaksanakan setiap lima tahuan (hajatan lima tahunan) (2) “kengototan” memperjuangkan di kubu-kubu tersebut hanya sebatas perbedaan dalam kepentingan, karena mereka hari ini seolah-olah berperang, besok bisa saja bergandengan tangan, karena ada kepentingan yang sama, (3) Teknik dan cara-cara yang mereka lakukan, lembut, kasar, memuji, menghujat dan lain-lain hanyalah sebatas “cara” yang dalam bahasa populer disebut NAMANYA JUGA USAHA.

Berita Lainnya

Sahabat ! dengan kesadaran yang seperti itu maka kita menjadi maklum adanya “ricuh” di masyarakat kita sekarang, tetapi sejalan dengan itu kita bangun kesadaran dan penyadaran ke masyarakat agar tidak “retak” menghadapi semuanya itu. Sembari mari kita jalin persabahatan sesama anak bangsa, karena pada dasarnya perbedaan yang ada di atara kita hanyalah bersifat perbedaan pilihan, tetapi dalam ikatan sosial kita tetapkan bersahabat dan bersaudara. Oleh karena itu kata kata sahabat kami di Mawadan Frans Lemburaya, sekaligus ajakan bagi kita BERSAHABAT ITU LEBIH INDAH DARI PADA BERMUSUHAN.

Salam secangkir kopi seribu Inspirasi.

Dr. Syaifudin

Dewan Redaksi Duta TV

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *