Waspadai Hoaks, Suripno Ajak Masyarakat Perkuat Toleransi dan Nilai Kebangsaan

Banjarmasin, Duta TV — Perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat dinilai membawa tantangan baru bagi kehidupan bermasyarakat, terutama maraknya penyebaran hoaks dan informasi provokatif di media sosial. Kondisi tersebut menjadi perhatian dalam kegiatan sosialisasi wawasan kebangsaan yang digelar Ketua Fraksi PKS DPRD Kalimantan Selatan, Suripno Sumas.

Kegiatan yang mengangkat tema kerukunan beragama itu diikuti masyarakat dari berbagai kalangan dan dikemas dalam bentuk tausiah keagamaan agar pesan kebangsaan lebih mudah dipahami serta diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam sambutannya, Suripno menegaskan pentingnya menjadikan Pancasila sebagai pedoman utama dalam menghadapi berbagai tantangan sosial di era digital, termasuk penyebaran berita bohong yang berpotensi memecah belah masyarakat.

Menurutnya, masyarakat saat ini tidak hanya dituntut memahami nilai kebangsaan, tetapi juga harus memiliki kemampuan menyaring informasi dengan baik agar tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang belum jelas kebenarannya. “Hoaks sekarang sangat mudah menyebar melalui media sosial. Kalau masyarakat tidak bijak menerima informasi, dampaknya bisa memicu perpecahan dan mengganggu kerukunan,” ujarnya.

Ia mengatakan, keberagaman suku, agama, dan budaya di Indonesia merupakan kekuatan bangsa yang harus dijaga bersama. Karena itu, toleransi antar umat beragama perlu terus diperkuat agar persatuan dan kesatuan tetap terpelihara.

Suripno menilai pendekatan keagamaan menjadi salah satu cara efektif untuk menyampaikan nilai-nilai kebangsaan kepada masyarakat. Selain lebih mudah diterima, pendekatan tersebut juga mampu menggugah kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga etika dan kebersamaan dalam kehidupan sosial.

“Kami ingin masyarakat memahami bahwa menjaga persatuan itu bagian dari tanggung jawab bersama. Jangan sampai hanya karena informasi yang belum tentu benar, hubungan antar sesama menjadi rusak,” katanya.

Dalam kegiatan ini, tausiah disampaikan oleh Ustaz Dr. Muhari yang juga merupakan aparatur sipil negara di Pemerintah Kabupaten Banjar dan aktif di lingkungan pondok pesantren. Dalam materinya, Muhari menyoroti dampak negatif hoaks dan ujaran kebencian yang saat ini semakin mudah ditemukan di media digital.

Ia menyebut, penyebaran informasi palsu sering kali memanfaatkan isu agama maupun perbedaan pandangan untuk memancing emosi masyarakat. Menurutnya, masyarakat perlu lebih berhati-hati sebelum mempercayai ataupun menyebarkan informasi yang diterima, terutama dari media sosial dan grup percakapan.

“Jangan langsung percaya dengan informasi yang belum jelas sumbernya. Biasakan cek dan ricek sebelum membagikan kepada orang lain,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa menjaga persatuan bangsa tidak hanya dilakukan melalui slogan, tetapi juga diwujudkan lewat sikap sehari-hari, seperti menghormati perbedaan, menjaga ucapan, dan menghindari permusuhan. Muhari menambahkan, Indonesia menjadi salah satu negara yang mampu bertahan dalam keberagaman karena memiliki dasar negara Pancasila yang mengikat seluruh elemen masyarakat.

“Tidak banyak negara yang memiliki keberagaman seperti Indonesia, tetapi tetap bisa hidup rukun. Itu karena ada nilai kebersamaan yang dijaga bersama,” katanya.

Selain mengingatkan bahaya hoaks, ia juga mengajak masyarakat untuk memperkuat akhlak dan membangun budaya saling menghormati di lingkungan sekitar. Menurutnya, kehidupan sosial yang harmonis akan tercipta apabila masyarakat tidak mudah terpancing emosi dan lebih mengedepankan dialog dalam menyelesaikan persoalan.

Kegiatan sosialisasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya literasi digital sekaligus memperkuat wawasan kebangsaan di tengah derasnya arus informasi saat ini. “Pada akhirnya, menjaga persatuan bangsa dimulai dari diri sendiri, bagaimana kita bersikap bijak, menjaga toleransi, dan tidak mudah terhasut oleh informasi yang memecah belah,” pungkasnya.

Reporter: Evi Dwi Herliyanti

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *