Pemadaman Bergilir Jadi Sorotan DPRD Kalsel

Banjarmasin, Duta TV — Merespons banyaknya keluhan masyarakat mengenai pemadaman listrik bergilir, Ketua DPRD Kalimantan Selatan, H. Supian HK, mengambil langkah cepat dengan menghubungi Gubernur Kalimantan Selatan serta pihak PLN untuk meminta penjelasan.
Dari hasil komunikasi tersebut, DPRD memperoleh informasi bahwa pasokan batu bara untuk pembangkit listrik dipastikan dalam kondisi aman. Pemadaman yang terjadi disebut merupakan dampak gangguan sistem kelistrikan di Kalimantan Tengah yang memengaruhi jaringan di Kalimantan Selatan.
Menurut Ketua DPRD, H. Supian HK, kondisi jaringan akan mulai berangsur normal dalam dua hari ke depan. Meski demikian, DPRD menilai masyarakat berhak mendapatkan penjelasan secara terbuka agar tidak muncul berbagai spekulasi terkait penyebab pemadaman.
“Kita kan sudah menghubungi Pak Gubernur, Ketua DPRD menghubungi PLN langsung. Pada intinya, bukan hambatan masalah batu baranya, itu cukup. Cuma ini saat gangguan yang di Kalimantan Tengah. Itu gangguan Kalimantan Tengah, ini kan dua hari ini sudah normal. Jadi tidak ada kaitannya dengan pasokan batu bara. Besok kami minta keterangan dan memanggil PLN supaya jelas ke masyarakat. Komisi III juga akan menggelar rapat, dan surat pemanggilan sudah kami layangkan,” tuturnya.
Sebagai tindak lanjut, DPRD Kalimantan Selatan melalui Komisi III telah melayangkan surat pemanggilan kepada pimpinan PLN untuk menghadiri rapat dengar pendapat yang dijadwalkan Kamis besok.
“Pak Gubernur sudah memanggil pimpinan PLN. Seperti yang sudah disampaikan Pak Ketua, ini bukan masalah pasokan batu bara, tetapi ada gangguan di Kalimantan Tengah. Mudah-mudahan dalam dua hari ke depan sudah normal kembali. Apalagi besok ada rapat dengar pendapat dengan Komisi III, sehingga alasan pemadaman dapat dijelaskan lebih rinci,” ujar H. M. Syarifuddin, Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan.
Selain mengganggu aktivitas ekonomi dan pelayanan publik, kondisi listrik yang tidak stabil juga disebut meningkatkan potensi bahaya di permukiman, termasuk meningkatnya intensitas kebakaran di sejumlah titik, khususnya di Kota Banjarmasin.
Data itu didapat dari banyaknya keluhan masyarakat, di mana pemadaman bergilir juga menimbulkan kerugian ekonomi akibat terhambatnya produksi dan distribusi.
Reporter: Evi Dwi Herliyanti





