Sempat Dikurangi Karena Efisiensi, APBD 2026 Ditambah Rp 1,8 Triliun

Banjarmasin, DUTA TV Badan Anggaran atau Banggar DPRD bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah  Provinsi Kalimantan Selatan sepakat menambah besaran nilai pos pendapatan RAPBD Kalsel tahun 2026 sebesar 1,8 triliun rupiah.

Tambahan anggaran itu akan diambil dari perkiraan minimal sisa lebih penggunaan anggaran atau SILPA tahun 2025. Tambahan angka pada pos pendapatan itu akan menunjang kegiatan belanja SKPD.

Penambahan anggaran itu berdasarkan hasil rapat pembahasan sehari sebelumnya, di mana terdapat kalkulasi sisa lebih anggaran sekitar 2,4 triliun rupiah, dari dana milik daerah yang masih tersimpan 4,7 triliun rupiah, dengan asumsi realisasi serapan dari semua SKPD mencapai 90 persen hingga minggu ketiga Desember 2025.

Dengan tambahan 1,8 triliun rupiah itu, maka proyeksi sementara pendapatan RAPBD 2026 senilai 9,04 triliun rupiah. Nilai itu lebih besar dibanding proyeksi sebelumnya yang hanya 7,24 triliun rupiah.

“Kita kan masih ada waktu untuk belanja mungkin 1,5 bulan. Mungkin akan terserap, insyaallah. Jika ada SILPA kami akan evaluasi kembali. Pada intinya untuk kegiatan-kegiatan tidak terhambat,” jelas H. Supian HK, Ketua DPRD Kalsel.

Sementara itu, kendati sudah direncanakan ditambah 1,8 triliun rupiah, kemungkinan nilainya akan kembali bertambah bisa saja terjadi jika kemampuan keuangan daerah sangat kuat. Tambahan anggaran itu diperuntukkan berkait program-program prioritas seperti bidang pertanian, olahraga, dan kesehatan, khususnya dana pendamping yang ditempatkan di Rumah Sakit Ulin dan Rumah Sakit Ansari Saleh.

Reporter: Evi Dwi Herliyanti

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *