Sosialisasikan RPJMD, Suripno Fokus pada Pengentasan Anak Putus Sekolah di Kalsel

Banjarmasin, DUTA TV Wakil Ketua Komisi II DPRD Provinsi Kalsel menggelar sosialisasi perda tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah atau RPJMD dengan fokus utama mengentaskan anak putus sekolah di Kalimantan Selatan.

Sosialisasi dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pendidikan dan program Sekolah Rakyat.

Legislator asal PKB ini mengatakan, saat ini masih banyak masyarakat yang belum memahami maksud dan tujuan didirikannya Sekolah Rakyat di Kalsel, sehingga kesadaran mereka yang putus sekolah untuk melanjutkan pendidikannya masih sangat minim.

Suripno Sumas mengatakan, “Saat ini mereka tidak banyak mengerti bahwa Sekolah Rakyat itu adalah program yang untuk meningkatkan kemampuan masa pendidikan, dan mereka tidak mengerti bahwa Sekolah Rakyat itu seperti sekolah lain. Padahal dari program ini hari ini sudah terbuka dan mereka mengerti bahwa Sekolah Rakyat itu ternyata untuk mereka yang putus sekolah baik tingkat SD, SMP, SMA. Sehingga diharapkan mereka yang putus sekolah bisa melanjutkan dan minimal SMA, sehingga pendidikan kita yang selama ini hanya kelas dua SMP nanti bisa sampai kelas dua belas.”

Tenaga Ahli Gubernur Kalsel, Sugiarto Sumas, selaku narasumber, berharap sosialisasi perda RPJMD yang memuat sepuluh janji Gubernur dan Wakil Gubernur Kalsel ini bisa betul-betul dikawal bersama masyarakat.
“Oleh karena itulah maka melalui forum sosialisasi ini dimintakan kepada masyarakat agar mereka tahu bahwa ada ruang dan ini sangat menjanjikan karena semuanya dibiayai termasuk seragam dan sebagainya. Mari kita menjaga agar mereka berhasil. Kami memberikan apresiasi kepada DPRD yang punya program sosialisasi ini agar apa yang dilakukan Pemprov ini betul-betul bekerja bersama untuk semua,” ujarnya.

Anggota DPRD Kota Banjarmasin, H. Deddy Sophian, juga menekankan pentingnya fokus Sekolah Rakyat pada anak didik yang belum mampu sekolah.
“Jadi kita lebih konsen kepada anak didik kita yang kebetulan saat ini belum mampu sekolah. Itu jadi perhatian dinas terkait supaya anak didik kita diharapkan semuanya bisa sekolah 13 tahun,” katanya.

Saat ini, sudah beroperasi dua Sekolah Rakyat di Kalimantan Selatan yang berlokasi di Banjarbaru. Sekolah Rakyat itu sudah beroperasi dengan sistem asrama dan menyusul akan ada satu Sekolah Rakyat lagi yang rencananya dibangun di kawasan BLK Banjarbaru.

Reporter: Evi Dwi Herliyanti

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *