80% Wilayahnya Terdampak, Lurah Pemurus Dalam: Harus Ada Normalisasi Sungai Lintas Daerah

Banjarmasin, Duta TV — Di sejumlah sudut wilayah Kelurahan Pemurus Dalam, air tampak masih menggenangi permukaan jalan. Aktivitas warga pun terganggu karena harus melintas di tengah genangan yang tak kunjung surut.
Lurah Pemurus Dalam, Shellyea, menyebut dari total 50 RT di wilayah ini, hampir separuhnya terdampak banjir.
Namun sejauh ini, sekitar 80 persen genangan masih berada di akses jalan, sementara sebagian kecil sudah masuk ke rumah warga, terutama yang berada di sekitar bantaran sungai.
Pihak kelurahan mengaku sudah melakukan pembersihan sungai sejak November hingga awal Desember lalu.
Namun kondisi sungai yang dangkal dan aliran yang lambat membuat genangan masih sulit surut dengan cepat, terutama saat curah hujan tinggi dan air pasang.
Ia berharap adanya penanganan terpadu antara pemerintah kota dan kabupaten, mengingat aliran sungai saling terhubung dan berdampak langsung pada kawasan permukiman di Pemurus Dalam.
Shellyea mengatakan, “Di Pemurus Dalam ini ada 50 RT, hampir 50 persen terdampak. Sekitar 80 persen yang terdampak itu masih sebatas jalan, belum masuk ke rumah. Tapi memang ada beberapa yang sudah masuk rumah, khususnya yang dekat sungai seperti Sungai Pemurus. Di wilayah kami ini airnya cepat masuk, tapi turunnya lambat. Kemungkinan karena sungai yang dangkal, dan ini bukan hanya di Pemurus Dalam, tapi juga di wilayah perbatasan seperti Pemurus Baru, Tanjung Pagar, hingga Tembikar yang masuk wilayah Kabupaten Banjar. Kami berharap bukan hanya sungai di Pemurus Dalam yang dinormalisasi, tapi juga sungai di wilayah perbatasan.”
Hingga kini warga masih memilih bertahan sambil menunggu kondisi air benar-benar surut.
Pemerintah setempat terus melakukan pemantauan serta mendorong percepatan normalisasi sungai agar persoalan banjir yang hampir setiap tahun terjadi ini bisa teratasi.
Reporter: Nina Megasari





