Warga Hulu Sungai Selatan Diingatkan Jaga Toleransi Antarumat Beragama

Hulu Sungai Selatan, DUTA TV — Warga Desa Sungai Paring, Kecamatan Kandangan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, diingatkan untuk menjaga toleransi antarumat beragama. Hal itu disampaikan Wakil Ketua DPRD Kalsel, Kartoyo, saat kegiatan sosialisasi Revitalisasi dan Aktualisasi Nilai-Nilai Pancasila.
Wakil rakyat dari Fraksi NasDem ini mengatakan, masyarakat Hulu Sungai Selatan tidak hanya didominasi oleh pemeluk agama Islam, melainkan juga terdapat pemeluk agama lain, salah satunya yang dianut oleh komunitas masyarakat adat Dayak Meratus di kawasan Loksado.
Lewat sosialisasi ini, masyarakat diingatkan kembali untuk menghidupkan semangat Pancasila sebagai pedoman hidup dalam keseharian.
“Memang nilai-nilai Pancasila ini perlu diaplikasikan di tengah-tengah masyarakat, salah satunya untuk membentengi diri agar tidak terpengaruh ideologi yang kurang sesuai dengan kebudayaan kita, misalnya radikalisme, karena nilai-nilai Pancasila ini membentengi dalam kehidupan kita sehari-hari” ujar Kartoyo.
“Dan alhamdulillah, masyarakat Hulu Sungai Selatan sangat antusias, terutama dalam kegiatan keagamaan. Untuk itu, tadi kita menggali dari para ibu-ibu nilai-nilai Pancasila yang berketuhanan sesuai sila pertama,” lanjutnya.
Sementara itu, Kapolsek Kandangan, I Putu Suardika, yang hadir sebagai narasumber, mengapresiasi kegiatan sosialisasi ini sebagai upaya menghidupkan kembali semangat kebangsaan di tengah masyarakat. Ia menekankan pentingnya pendekatan yang tepat dalam menyampaikan nilai-nilai kebangsaan kepada masyarakat.
“Dengan adanya program seperti ini, kami mengucapkan terima kasih, sehingga apa yang menjadi program pemerintah dalam mensosialisasikan revitalisasi dan aktualisasi kepada masyarakat ini cukup bagus dan mengena. Bahkan ada yang kritis menanyakan bagaimana penerapan revitalisasi dan aktualisasi dalam kehidupan sehari-hari,” ungkap I Putu Suardika.
Lewat sosialisasi ini, legislator menekankan pentingnya penerapan nilai-nilai Pancasila guna membentengi diri dari ideologi yang tidak sejalan dengan budaya bangsa.
Pancasila diharapkan bukan hanya sekadar simbol, tetapi juga pedoman hidup yang harus diterapkan dalam keseharian masyarakat.
Tim Liputan





