Tim Hukum BirinMu Ancam Somasi Fahriannoor

Banjarmasin, Duta TV – Tim hukum pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur nomor urut satu Haji Sahbirin Noor – Haji Muhidin berencana melayangkan somasi kepada seorang pengamat komunikasi politik ULM, Fahriannoor terkait pemberitaan yang dimuat di laman media online regional.

Dalam pemberitaan yang terbit pada Jumat 20 November 2020 yang berjudul “Laporan Denny Indrayana ke Bawaslu Kalsel Pengaruhi Elektabilitas Sahbirin Noor” dalam media, tim kampanye petahana dianggap mencuatkan isu Payment Gateway yang membelit Paslon nomor urut dua Haji Denny Indrayana.

Tim hukum Paslon BirinMu Imam Satria Jati mengatakan hal itu tidak benar pihaknya hanya berfokus pada proses kampanye Paslon Birimu dan berharap adanya klarifikasi serta permohonan maaf atas statement yang dinilai salah dari Fahriannoor atau akan berlanjut ke proses hukum.

“Berita itu terbit atau rilis dari media online regional Kompas.com yang mana statement saudara Dr. Fahriannor selaku pengamat komunikasi politik dalam pernyataannya ada beberapa poin yang menurut kami telah terjadi dugaan perbuatan fitnah,” ujarnya.

“Dalam hal ini, beliau sampaikn Timses petahana melakukan serangan balik mengungkit kembali kasus Payment Gateway yang menyeret Denny, bahwa tuduhan ini secara subjek hukum kepada tim pemenangan karena yang dikatakan petahana itu adalah dari pihak kami. Dalam etika politik kasus itu semestinya tidak diungkit karena menjurus kepada kampanye hitam,” ujarnya lagi.

“Dan Fahrianor juga menyampaikan, kami dalam media dituduh lakukan kampanye hitam serta berikutnya Timses petahana tidak membuka kasus sama sekali tidak ada kaitannya dengan proses Pilkada. Fahriannor juga katakan kami yang buka kasus itu, bahwa kasus Denny Indrayana sudah ada di media dan di SKCK-nya pun bisa diakses publik umum tanpa harus tim atau sisapa pun. Kami dari tim tidak pernah menyibukan diri untuk mengungkit kembali, ini karena publik yang membuka. Kami lebih menyibukkan diri berkampanye sesuai hak konstitusional,” tutupnya.

Sementara itu, menanggapi hal itu pengamat komunikasi politik ULM, Fahriannoor mangklarifikasi pemberitaan yang dipersoalkan. Dirinya memastikan bahwa tidak ada niatan mendiskreditkan Paslon manapun dalam komentarnya di media online regional tersebut. Yang termuat menurutnya bukan statement dirinya melainkan kontruksi redaksi bersangkutan.

“Saya tidak bermaksud memfitnah siapapun, artinya yang dimuat oleh Kompas.com itu kontruksi redaksinya, saya tidak pernah mengungkapkan hal semacam itu. Ini sudah saya garis bawahi dan kasih tanda bahwa ini kontruksi redaksi,” ujarnya.

“Komentar saya adalah terkait persoalan mari jaga bersama, mari kita ke depankan etika politik, sama-sama lebih mengedapankan program visi-misi pasangan calon. Jadi, kita sama-sama hindari konflik, kita harus menjaga dan sekali lagi menghindari persoalan itu,” tambahnya.

“Saya tidak bermaksud mendieskreditkan Paslon manapun mari kita sama-sama berikan pendidikan politik ke masyarakat. Kalapun ada nada yang kurang pantas, ayo kota bangun komunikasi yang baik dan saling memaafkan,” tutupnya.

Di akhir klarifikasinya, Fahri juga menghimbau agar semua pihak bersama menjaga kondusifitas dalam kontestasi Pilkada serentak agar terselenggara proses pemilihan yang baik.

 

Reporter: Fadli Rizki


Uploader.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *