SLB Negeri 2 Banjarmasin Lakukan Asesmen Ketat Calon Siswa Baru

Banjarmasin, Duta TV — Tingginya minat masyarakat untuk menyekolahkan anak berkebutuhan khusus di SLB Negeri 2 Banjarmasin membuat sekolah harus menerapkan proses seleksi melalui asesmen awal.

Asesmen dilakukan untuk mengetahui kemampuan, perkembangan, serta kesiapan belajar calon peserta didik sebelum diterima di sekolah. Langkah ini juga menjadi dasar bagi sekolah untuk menentukan layanan pendidikan yang sesuai bagi setiap anak.

Salah seorang orang tua calon siswa, Juraida, mengaku memilih SLB karena menilai metode pembelajaran di sekolah luar biasa lebih mampu menyesuaikan dengan kondisi dan perkembangan anak berkebutuhan khusus.

“Sebab takutnya kalau di sekolah umum anak-anak tersebut tidak bisa mengikuti pelajaran. Kan hari ini harus belajarnya, besok kan beda lagi. Kalau anak kayak gini kan belum tentu bisa langsung mengikuti. Kalau di SLB, kata dokter tuh, gurunya yang mengikuti perkembangan anaknya,” ujar Juraida.

Sementara itu, pihak sekolah menyebut asesmen menjadi tahapan penting karena jumlah pendaftar setiap tahun terus meningkat, sedangkan kapasitas ruang belajar dan tenaga pendidik masih terbatas. Pada Tahun Ajaran 2026–2027, SLB Negeri 2 Banjarmasin hanya memiliki kuota sekitar 70 kursi untuk jenjang sekolah dasar. Satu kelas maksimal diisi lima siswa, sedangkan jenjang SMP dan SMA maksimal delapan siswa per kelas.

Wakil Kepala SLB Negeri 2 Banjarmasin, Nur Maulida, mengatakan asesmen dilakukan untuk menjaring anak-anak yang telah siap mengikuti proses pembelajaran. Sementara calon siswa yang dinilai belum siap akan diarahkan mengikuti terapi terlebih dahulu sebelum kembali mendaftar ke sekolah.

“Cuma karena ini sekolahan favorit banyak yang mendaftar ke sini. Jadi kita keterbatasan ruang dan guru untuk menerima semua yang mendaftar. Jadi itu salah satu alasan kami mengadakan asesmen, supaya menjaring anak-anak yang sudah siap belajar,” ucapnya.

Dengan sistem asesmen ini, sekolah berharap layanan pendidikan yang diberikan dapat lebih optimal serta sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan masing-masing peserta didik.

Reporter: Nina Megasari

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *