Siswa SMA 12 Banjarmasin Temukan Celah Keamanan NASA

BANJARMASIN, DUTA TV – Perjuangan seorang pelajar asal Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan, dalam menempuh pendidikan patut diapresiasi. Setiap pagi, Muhammad Abdillah harus menyeberangi sungai dari rumahnya di Desa Berangas, Kecamatan Alalak, Kabupaten Barito Kuala untuk menuju SMA Negeri 12 Banjarmasin.
Meski harus melalui perjalanan yang tidak mudah, namun kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat Abdillah untuk mengembangkan minatnya di bidang keamanan siber.
Di tengah keterbatasan tersebut siswa berusia 17 tahun ini justru mampu mengembangkan kemampuan di bidang keamanan siber. Bahkan, temuannya terhadap celah keamanan salah satu aset digital NASA mendapat apresiasi resmi.
Kemampuannya bahkan mengantarkan pelajar berusia 17 tahun ini menemukan celah keamanan pada salah satu aset digital milik NASA. Temuan tersebut dilaporkan melalui NASA Vulnerability Disclosure Policy atau VDP.
Laporan itu kemudian mendapat tindak lanjut dari tim keamanan NASA. Dalam surat tertanggal 21 Juli 2026, Abdillah mendapat apresiasi dan disebut sebagai independent security researcher. Abdillah menjelaskan, tautan yang sudah tidak aktif tidak sekadar menjadi persoalan karena tidak dapat diakses.
Menurutnya, kondisi tersebut dapat membuka peluang bagi pihak yang tidak bertanggung jawab untuk melakukan tindakan berbahaya, mulai dari penipuan, phishing, hingga penyebaran virus.
Atas dasar itulah, ia memilih melaporkan temuannya melalui jalur resmi yang disediakan NASA. Celah yang ditemukan tersebut dikenal dengan istilah broken link hijacking. Laporan Abdillah selanjutnya diperiksa oleh tim keamanan NASA.
“Ketika saya menganalisis salah satu artikel NASA saya menemukan sebuah tautan media sosial yang sudah tidak aktif kemudian saya coba periksa lebih lanjut karena saya melihat ada kemungkinan celah tersebut dapat dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab,” terang Abdillah.
Tindak lanjut dari laporan tersebut kemudian dibuktikan melalui surat apresiasi NASA. Dalam surat itu, Abdillah mendapat pengakuan sebagai independent security researcher.
Apresiasi dari NASA bukan menjadi pengalaman pertama bagi pelajar asal Barito Kuala ini. Sebelumnya, Abdillah mengaku telah menemukan persoalan serupa pada sejumlah aset digital milik instansi pemerintah.
Di antaranya, Pemerintah Kabupaten Pesawaran, Pemerintah Provinsi Riau, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika atau BMKG, Kementerian Pekerjaan Umum, hingga Badan Siber dan Sandi Negara atau BSSN. Bahkan, ia juga pernah menemukan tautan media sosial yang sudah tidak aktif pada salah satu aset digital milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan. Hal ini pun mendapat apresiasi dan perhatian khusus pihak sekolah.
Plt Kepsek SMA Negeri 12 Banjarmasin, Mukhlis Takwin menyebut, bakat yang dimiliki anak didiknya itu langka menjadi motivasi sendiri untuk pengembangan diri bagi siswa lainnya.
“Kami sebagai pihak sekolah cukup bangga dan terkejut, ini tidak hanya menembus nasional tapi internasional,” ungkap Mukhlis.
Bagi Abdillah, berbagai temuan tersebut bukan sekadar pencapaian. Pengalaman itu justru menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kemampuan dan berkontribusi terhadap keamanan ruang digital.
Reporter : Nina Megasari





