Bawaslu Campus Connect, Perkuat Pengawasan Pemilu di Ruang Digital

Banjarmasin, Duta TV – Program Bawaslu Campus Connect 2026 digelar di Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, baru-baru tadi.
Kegiatan bertajuk “Generasi Digital, Demokrasi Transparan” ini menjadi bagian dari upaya Bawaslu memperkuat kolaborasi dengan perguruan tinggi negeri maupun swasta di sejumlah daerah.
Anggota Bawaslu RI Puadi mengatakan, perkembangan ruang digital menghadirkan tantangan baru dalam penyelenggaraan dan pengawasan pemilu. Mulai dari hoaks, disinformasi, ujaran kebencian, hingga manipulasi informasi yang dihasilkan teknologi kecerdasan buatan atau AI, kini semakin sulit dibedakan dari informasi yang benar.
Puadi menegaskan, kompleksitas persoalan digital menuntut Bawaslu melakukan transformasi kelembagaan sekaligus transformasi digital.
Sejumlah sistem digital telah dikembangkan, di antaranya Siwaslu untuk pengawasan, Sigap Lapor dalam penanganan pelanggaran, serta SIPS dalam penyelesaian sengketa.
Ketiga sistem tersebut, menurut Bawaslu, menjadi bagian dari ekosistem pengawasan yang terintegrasi, untuk mewujudkan pengawasan pemilu yang profesional, transparan, akuntabel, dan berbasis data.
Namun, transformasi digital tersebut dinilai tidak dapat dilakukan Bawaslu seorang diri. Keterlibatan civitas akademika, termasuk mahasiswa dan peneliti di perguruan tinggi, dinilai penting untuk memetakan persoalan sekaligus merumuskan solusi menghadapi tantangan demokrasi di ruang digital.
Dukungan terhadap program ini juga disampaikan Ketua Komisi II DPR RI periode 2024–2029, Muhammad Rifqinizamy Karsayuda. Menurutnya, Universitas Lambung Mangkurat merupakan satu dari 15 perguruan tinggi yang dipilih Bawaslu RI dalam program Campus Connect.
Kegiatan tersebut dinilai penting untuk memetakan potensi persoalan di ruang digital, termasuk ujaran kebencian, fitnah, dan hoaks, yang jika tidak diantisipasi sejak dini, berpotensi memicu konflik pada Pemilu 2029.
Melalui Bawaslu Campus Connect, kolaborasi antara lembaga pengawas pemilu dan perguruan tinggi diharapkan mampu memperkuat literasi demokrasi, mencegah penyebaran informasi yang menyesatkan, serta menghadirkan pengawasan pemilu yang semakin transparan dan berbasis data.
Reporter : Mawardi





