Rutan Penuh, Polisi Harus Selektif Jerat Pidana Saat Corona

Ilustrasi tahanan (ANTARA FOTO/Syifa yulinnas)

 

DUTA TV РPolri menyadari saat ini terjadi kepadatan jumlah tahanan di rumah tahanan milik kepolisian. Kapolri Jenderal Idham Azis memerintahkan para penyidik lebih selektif dalam menangani kasus-kasus pidana agar tidak terjadi kepadatan di Rutan Kepolisian.

“Sudah ada petunjuk dari Pak Kapolri bahwa jajaran kepolisian dalam melakukan penanganan tindak pidana ini sangat selektif,” kata Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Polri Kombes Asep Adi Saputra di Mabes Polri, Kamis (2/4).

Ia menegaskan dalam prosesnya diharapkan agar penahanan terhadap para pelaku kejahatan dijadikan sebagai upaya terakhir dalam memproses suatu kasus. Asep mengatakan penyidik perlu mempertimbangkan banyak aspek sebelum mengambil langkah penahanan itu.

“Sehingga yang dikedepankan adalah proses hukum secara normatif tapi juga tetap mempertimbangkan sifat dari penanganan dan tindak pidana dengan situasi saat ini,” jelas dia.

 

Hal itu pun, lantaran saat ini pemerintah telah fokus untuk memutus rantai penyebaran virus corona (Covid-19) di Indonesia. Oleh sebab itu, penanganan perkara pidana secara selektif menjadi salah satu upaya Polri dalam menekankan Physical Distancing.

Sebelumnya, Kapolri telah mengeluarkan delapan kebijakan usai Presiden Joko Widodo menetapkan Keppres Nomor 11 Tahun 2020 tentang Penetapan Kedaruratan Kesehatan Masyarakat dan PP Nomor 21 Tahun 2020 tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar.

Kapolri meminta agar aparat kepolisian tidak mengganggu kegiatan perekonomian dengan tetap memberikan kesempatan bagi setiap pihak untuk melakukan usaha dengan memperhatikan aturan kesehatan.(ern/cnn)

Saksikan terus program-program unggulan Duta Televisi live di sini

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.