Budaya Sosial

Resume Dan Rekomendasi Banjarmasin Sasirangan Festival

DUTA TV BANJARMASIN – Sejumlah pihak yang terlibat dalam Banjarmasin Sasirangan Festival (BSF) 2019 tengah menyiapkan diri menjelang pelaksanaan event yang rencananya akan digelar 6 – 10 Maret 2019.

Dalam audiensi yang dilakukan antara Dekranasda Kota Banjarmasin dan Panitia BSF 2019 Rabu (16/02) terdapat beberapa poin yang menjadi perhatian. Ketua Dekranasda Kota Banjarmasin, dr.Hj. Siti Wasilah, Msi. Med. menyampaikan resume kegiatan sebelumnya sekaligus rekomendasi hasil diskusi Publik Sasirangan tahun 2018.

Kesimpulan / rekomendasi Forum Diskusi Sasirangan :

  1. Direkomendasikan untuk membuat buku rujukan / buku putih yang akan mengatur terkait :

– Pakem motif sasirangan sesuai peruntukannya.  Sebagai catatan,  dibedakan motif untuk             pakaian,  asesoris,  dan lainnya

– Dalam membuat buku ini, diperlukan Focus Group Discussion (FGD) dengan melibatkan  budayawan yang memahami sasirangan,  pengrajin,  pengusaha sasirangan, dll

– Yang mengeluarkan Buku Rujukan / Buku Putih adalah Dekranasda Provinsi, sebagai pedoman untuk seluruh pengrajin sasirangan binaan  Dekranasda Kab /Kota.

 

  1. Perlu diurus hak paten untuk motif dan juga nama kain sasirangan, agar diakui secara Nasional seperti halnya batik.

 

  1. Perlu dilakukan secara periodik pelatihan untuk pengembangan motif sasirangan, bahan, pewarnaan dan inovasi lainnya.

 

  1. Perlu dilakukan networking pemasaran sasirangan agar lebih dikenal oleh seluruh masyarakat Indonesia. Selain dengan pameran bersama, juga memanfaatkan ruang pameran di Gedung SMESCO Indonesia di Jakarta,  dll

 

Pada kesempatan yang sama Sekretaris Dekranasda menyampaikan pesan Ketua Dekranasda Provinsi Kalimantan Selatan,  Ibu Hj.  Raodatul Jannah Sahbirin Noor. Beberapa hal menjadi catatan dalam pesan tersebut.

 

  1. Perlu penguatan sisi sejarah sasirangan / memorable of sasirangan agar lebih dikenal oleh masyarakat Kalimantan Selatan maupun Nasional
  2. Standarisasi harga sasirangan
  3. Rebranding sasirangan agar lebih menarik di tingkat Nasional dan Internasional.
  4. Mengapresiasi kegiatan BSF, dan mengharapkan Expo lebih besar dan luas, dengan melibatkan sejumlah kabupaten/kota diluar Kalimantan Selatan
  5. Semua pihak bertanggung jawab untuk menjaga marwah citra mutu dari kain sasirangan. Akan ada arahan kepada pengrajin sehingga citra / marwah motif untuk pakaian tidak tereduksi dengan penggunaan motif yang sama untuk asesoris. Atau ada edaran bahwa sasirangan hanya untuk fashion bukan untuk asesoris /perlengkapan.
  6. City branding dari kain sasirangan adalah Banjarmasin, meski pun sasirangan diproduksi hampir semua kabupaten kota.
  7. Sosialisasi katalog pewarnaan, khususnya pewarnaan alam yang pernah dilakukan sebelumnya

8. Perlu adanya peneguhan posisi sasirangan sebagai salah satu wastra kekayaan Indonesia.

 

Tim Liputan


Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *